"Pelaku sehari-hari menjadi sopir yang mangkal di depan mal," kata Kapolsek Tamalanrea, Kompol Amirudin, Rabu (14/9/2011).
Pada saat kejadian yang berlangsung cepat itu, para sopir lain yang menjadi teman Petrus kaget. Saat Petrus kabur, mereka ikut kabur karena takut diamuk warga yang marah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga sempat emosi dan mensweeping sopir-sopir angkot. Ada tiga angkot yang dicegat, satu sopir sempat dipukuli dan kaca mobil angkotnya dipecahkan. Namun polisi segera mengamankan lokasi agar kemarahan warga tidak terus berkembang. 300 Polisi kini diterjunkan untuk mengamankan sekitar lokasi kejadian.
(fay/rdf)










































