"Tentunya hal-hal yang tidak sesuai dengan sosial, budaya dan lain-lain harus ditertibkan," terang Fauzi Bowo saat dimintai tanggapannya tentang maraknya aksi dangdut koplo yang beredar di Youtube.
Hal itu disampaikan Fauzi di Gedung Balaikota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (14/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan tentu kita juga ikut memberikan imbauan agar seperti yang saya katakan dimana kita dengan menerapkan standar pelayanan publik yang sama di Jabodetabek itu harus sama dengan sekitar. Termasuk hal seperti itu. Sekarang memang belum, tapi bertahap akan kita samakan," tambah Foke.
Selain memberikan imbauan, lanjut Foke, baik pejabat pemerintah, tokoh agama, maupun masyarakat juga harus mampu memberikan tauladan dan contoh bahwa kegiatan itu kurang tepat. Meski tidak memberikan pesan khusus, Foke yakin keinginan pemerintah di setiap kota untuk mencegah kegiatan seperti ini adalah sama.
"Sebenarnya, kita hanya bisa mengimbau, karena itu kewenangan otonom. Kita hanya bisa memberikan keteladanan, memberikan contoh. Karena saya tidak punya kewenangan itu (memberikan imbauan khusus). Tapi dalam forum bersama tentu kita sudah menganjurkan itu," tandasnya.
Ditemui di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto mengatakan, akan mengimbau pihak sekolah agar terus memberikan perhatian khusus pada anak didik dan orang tua murid. Tujuannya, agar anak-anak didik dengan segala fasilitas teknologi yang dibekali pihak sekolah maupun orang tuanya tidak disalahgunakan untuk mengunggah video-video dangdut dengan goyang erotis tersebut.
"Tentu kita akan terus mengimbau dan memantau jangan sampai alat-alat yang sebenarnya banyak sisi positifnya itu, jadi digunakan untuk hal negatif. Karena memang kecanggihan teknologi itu di satu sisi sangat membantu dan dibutuhkan," kata Taufik singkat.
(lia/rdf)











































