Kejar DR Azahari, Polri Gelar Rekonstruksi di Sukoharjo
Selasa, 06 Jul 2004 16:26 WIB
Jakarta -
Polda Jawa Tengah menggelar rekonstruksi penangkapan enam tersangka yang diduga terkait bom Bali. Tujuannya, memperoleh informasi mengenai keberadaan dalang bom Bali DR Azahari dan Noor Din Moh. Top. Rekonstruksi dilaksanakan di rumah milik Suhadi, di Kampung Kenteng RT 02 RW 03, Ngadirejo, Kartosuro, Sukoharjo, Selasa (6/7/2004). Enam orang tersebut adalah Mustakim alias Widi, Yunus, Widadi, Bejo, dan Adam. "Tadi pagi dilakukan rekonstruksi di rumah saksi yang ketempatan itu. Setelah itu, kita kirim ke Polda Bali untuk melakukan pendalaman proses penyidikan," kata Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol. Suyitno Landung di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (6/7/2004)."Kaitannya dengan perencanaan menyembunyikan informasi keberadaan tersangka yang selama ini kita cari, yaitu DR A dan NM," ujar Suyitno.3 Ton PotasiumPolda Jateng berhasil menemukan sebanyak 3 ton potasium klorat di daerah Rembang. "Tiga ton potasium di Rembang, ini kasus lain yang sedang didalami kepemilikannya untuk siapa," kata Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol. Suyitno Landung."Saya mohon waktu untuk pendalaman, sehingga kalau ada tersangka lain yang mau kita kejar tidak lepas," imbuhnyaKendati demikian, Direktur Anti Teror Bom Mabes Polri Brigjen Pranowo menegaskan penemuan potasium tidak berhubungan dengan teror bom."Itu pengiriman untuk pembuatan pabrik kembang api di Indramayu. Izinnya lengkap. Tidak ada kaitan apa-apa dengan teror. Memang ada pelanggaran tetapi saya tidak tahu dikenakan pelanggaran apa," tandas Pranowo.
(aan/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































