"Opsi pertama, UI kembali ke PP No 152/2000 dengan masa transisi, yang artinya Majelis Wali Amanat (MWA) diperpanjang sampai 2012," kata Guru Besar Fakultas Ekonomi UI, Rhenald Kasali, usai acara diskusi di Jakarta, Rabu (14/9/2011).
Opsi kedua, lanjut Rhenald adalah pemilihan rektor dipercepat. Ketiga adalah pembuatan Statuta UI yang baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun yang jelas, katanya, persoalan ini harus cepat diselesaikan karena sudah membuat mahasiswa tidak respek. Penyelesaian yang berlarut-larut malah akan memperunyam persoalan.
Rhenald juga membantah pihaknya dan sejumlah guru besar lain ingin menggulingkan Rektor Gumilar Rusliwa Somantri. Menurutnya, FE UI hanya menuntut keterbukaan dan akuntabilitas rektorat.
"Kita minta kesadaran beliau, kalau tidak, ya MWA akan cabut mandat," ujarnya.
Kisruh di UI dipicu dari pemberian gelar Doktor Honoris Causa oleh Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri kepada Raja Saudi Arabia. Pemberian gelar ini memicu protes keras dari dalam dan luar UI terkait bagaimana Gumilar mengelola kampus selama ini.
Protes ini ikut mengangkat banyak permasalahan lain di UI yang selama ini terpendam. Hal ini termasuk soal minimnya transparansi penggunaan anggaran, serta ketidakjelasan status kerja ribuan pegawai UI. Buntutnya, puluhan orang dari Paguyuban Pekerja UI berunjuk rasa Selasa (13/9) kemarin menuntut kesejahteraan di Kampus UI Depok.
(lrn/fay)











































