AS Terus Prihatin dengan Kamp Teroris di Filipina Selatan
Selasa, 06 Jul 2004 15:50 WIB
Jakarta - Amerika Serikat menyatakan masih terus mengkhawatirkan kamp-kamp pelatihan teroris di Filipina selatan yang dikelola militan-militan terkait jaringan al Qaeda. Demikian disampaikan Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat untuk Filipina, Francis Ricciardone.Menurutnya, kamp-kamp di pulau Mindanao itu dikelola kelompok Jemaah Islamiyah (JI). Kelompok yang dituding bertanggung jawab atas tragedi bom Bali dan serangan-serangan lainnya di Asia Tenggara."Mengenai Filipina kami masih tetap sangat prihatin akan keberadaan kamp-kamp pelatihan Jemaah Islamiyah," ujar Dubes AS tersebut pada forum Asosiasi Koresponden Asing di Manila, seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (6/7/2004).Dikatakan Ricciardone, aktivitas kelompok-kelompok militan di Mindanao tidak saja mendatangkan ancaman bagi Filipina, namun juga bagi wilayah lain yang lebih luas."Saat Anda melatih seseorang di Mindanao untuk merakit bom, itu menjadi ancaman dan tidak hanya terbatas pada lingkungan terdekat dimana orang itu dilatih," tutur Ricciardone."Mereka bisa pergi ke seluruh Filipina, seluruh Asia Tenggara, seluruh dunia dan membunuh orang-orang. Jadi itu ancaman yang terus-menerus," tuturnya. Menurut pejabat-pejabat keamanan Filipina, militan-militan JI, termasuk beberapa diantaranya yang telah dikaitkan dengan pemboman di Indonesia, pernah dilatih pada akhir tahun 1990-an di kamp gerilya di Mindanao, Filipina selatan. Sebagian dari kamp-kamp itu, menurut otoritas Filipina, dioperasikan oleh Moro Islamic Liberation Front (MILF), kelompok separatis gerilya terbesar di Filipina.
(ita/)











































