"Kami kan tidak memberi sesuatu kecuali melunasi transportasi dan akomodasi. 'Bang tim lain bagi-bagi duit lho', saya bilang ya kalau namanya rezeki diterima, tapi dari kami tidak ada," ujar Ruhut menirukan curhatan salah satu kadernya saat kongres di Bandung.
Hal ini Ruhut sampaikan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (14/9/2011). Ruhut tidak menyebut siapa kader tersebut dan tim sukses dari kandidat mana yang melakukan aksi uang itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak pernah akan melindungi kader kami yang terkait dengan korupsi. Jadi apa yang dikatakan Yulianis kalau memang benar silakan diungkap. Jadi, supaya tidak ada yang namanya fitnah," terang anggota Komisi III DPR ini.
"Kalau dari yang dikatakan ada aliran tadi ada kader kami yang terkait, kami akan melepaskan kader kami tersebut," ancam Ruhut.
Ruhut sendiri menilai Yulianis telah berbohong soal aliran dana itu. Selama ini keuangan partai salah satu sumbernya berasal dari iuran anggotanya.
"Tapi saya yakin itu bohong. Kenapa saya katakan bohong, kami fraksi itu menyumbang ke DPP tiap bulan 750 juta dari 148 orang. Uang segitu jerih payah kami selama ini nggak ada artinya, dan kalau itu dibilang untuk tim sukses saya sedih. Saya sebagai tim sukses yang benar-benar mengerahkan kader saya yang punya hak pilih seperak tidak saya kasih uang," imbuhnya.
(her/lh)











































