"Kepolisian mulai memeriksa. Kita menunggu penyelidikan mereka," kata Manajer Media Pertamina Wianda Arindita Pusponegoro saat dihubungi detikcom, Rabu (14/9/2011).
Wianda mengatakan, Pertamina meminta pertanggungjawaban kepada PT Prasada Pamunah Limbah Industri (PPLI) sebagai kontraktor yang bekerja sama dengan Pertamina. Pertamina tidak mengetahui apa yang terjadi di lapangan saat melaksanakan pekerjaan SOR tersebut hingga menewaskan pekerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Wianda, antara Pertamina dengan PT PPLI ada kesepakatan kontrak yang harus dipenuhi. Salah satunya yakni Contractor Safety Management System (CSMS).
"Itu jelas bagaimana harus dipenuhi. Kita semua sudah ada standar kerja sebelum melakukan pekerjaan," jelasnya.
Sebelumnya ada 3 pekerja yang tewas saat bekerja. Kejadian bermula sekitar pukul 19.30 WIB saat Chen Liang (28) mengecek kontainer oil Sludge Oil Recovery (SOR) 38 P103. Chen terjatuh dan pekerja lain yang menolong ikut menjadi korban.
3 Pekerja yang tewas yakni:
1 Chen Liang/WNA (28), beralamat di Jl KH Masmansyur 121 Gedung City Lofts LT 27-18 Jakarta Pusat.
2 Doni (25), beralamat di Kampung Baru Tanjung Balai Karimun RT 004/005
3 Rafli Rio Basla (24), beralamat di Sungai Cibudak Nagari, Tabek Panjang.
Sementara itu, 4 pekerja lainnya mengalami luka-luka dan dirawat di RS Pertamina Cilacap.
(gus/fay)











































