"Saya nggak tahu itu siapa, saya mulai memegang catatan keuangan di perusahaan itu tahun 2009, dan itu sudah ada," kata Yulianis saat bertemu dengan detikcom di suatu tempat di Jakarta, Selasa (13/9/2011).
Catatan keuangan khusus ini berbeda dari catatan keuangan Permai Group yang normal. Dalam catatan ini, Yulianis tidak boleh mencatat pemasukan dan pengeluaran secara rinci.
"Jadi nggak boleh rinci, hanya boleh catat Rp 150 miliar dikeluarkan, kalau ke siapa-siapanya tidak detail," kata Yulianis.
Yulianis mengaku menerima mandat untuk memegang catatan khusus keuangan untuk Permai Group itu pada awal 2009. Selama ini, catatan khusus itu hanya dipegang oleh Neneng (istri Nazaruddin).
"Lalu catatan itu diturunkan kepada saya, di catatan itu memang terdapat catatan yang menerangkan uang keluar tapi tidak detail untuk siapanya tidak jelas," kata Yulianis yang saat ditemui detikcom tidak mengenakan cadar itu.
Catatan itu dipegang Yulianis sampai dirinya memutuskan untuk keluar dari perusahaan pada 2010. "Saya sebenarnya tahu beberapa untuk siapa saja uang yang keluar tapi saya nggak bisa sebutkan," kata Yulianis.
Sebelumnya, Yulianis buka-bukaan soal uang yang dibagikan ke sejumlah politisi Partai Demokrat saat kongres di Bandung. Total jumlah uang yang dibagikan sekitar US$ 1,8 juta dan Rp 600 juta.
Yulianis tahu untuk siapa saja uang itu. Semuanya juga dicatat, namun Yulianis tidak bisa menyebutkannya. Namun yang jelas, mereka adalah politisi PD. Namun apakah uang itu sampai ke nama-nama itu, Yulianis tidak bisa memastikan karena yang menyerahkan bukan dirinya langsung.
(ken/nrl)











































