Menag Pastikan Jarak Pondokan ke Masjid Haram Kurang dari 2 Km

Menag Pastikan Jarak Pondokan ke Masjid Haram Kurang dari 2 Km

- detikNews
Rabu, 14 Sep 2011 12:57 WIB
Jakarta - Kementerian Agama memastikan pemondokan jamaah haji sebagian besar tidak berjarak lebih dari 2.000 meter dari Masjidil Haram di Makkah. Dekatnya jarak pemondokan ini diharapkan menurunkan angka kelelahan jamaah haji.

"Tahun ini 93 persen pemondokan berjarak 2.000 meter dari Masjidil Haram," ujar Menteri Agama Suryadharma Ali (SDA).

Hal tersebut dikatakannya saat berbicara di depan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama seluruh Indonesia di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Rabu (14/9/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak hanya di Masjidil Haram, penempatan jamaah haji di wilayah Madinah, 100 persen jamaah akan ditempatkan di wilayah Markaziyah yang hanya berjarak 500 meter dari Masjid Nabawi.

"Dengan pemondokan haji yang semakin dekat, diharapkan dapat menurunkan angka kelelahan jamaah dan terpenuhinya hak minimal jamaah untuk melaksanakan ibadah di Masjidil Haram dan Nabawi," terangnya.

Menurut SDA, bagi jamaah haji yang sekitar 7 persennya tinggal di jarak 2.100 hingga 2.500 meter dari Masjidil Haram, pihaknya akan menyediakan sarana transportasi dari pemondokan ke Masjidil Haram.

Berkaitan dengan barang bawaan jamaah haji, lanjut SDA, pihaknya meminta kepada seluruh jajaran Kanwil Agama untuk mengimbau jamaah tidak membawa barang yang terlalu banyak.

"Sampai ada yang bawa kompor. Jangan sampai ada hambatan di bandara baik itu pergi dan pulangnya dan jamaah haji kita itu gairah belanjanya luar biasa," kata ketua PPP ini.

Selanjutnya, untuk masalah kesehatan, SDA meminta para jamaah untuk tidak menyembunyikan keadaan kesehatannya, terutama jamaah haji yang memiliki penyakit beresiko.

Berpakain Batik

Ada yang berbeda dari pemakaian seragam jamaah haji tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2011 ini, pakaian seragam jamaah haji, diwajibkan mengenakan batik.

"Tahun ini seragamnya batik bercorak hijau, dan ada mukena, sajadah dan tasnya juga," kata SDA.

Penggunaan seragam batik ini sebagai identitas jamaah haji Indonesia dan penggunaan batik juga lebih dikenali oleh panita jamaah haji dan sesama jamaah haji.

"Sehingga kita punya identitas sendiri dan ini adalah ciri khusus Indonesia," ujarnya.

Selain itu, untuk mengantisipasi terulangnya kasus makanan basi bagi para jamaah, maka Kemenag akan menggunakan sistem prasmanan untuk para jemaah haji.

"Untuk nasi box banyak keracunan karena lauk pauknya banyak basi. Sekarang diputuskan prasmanan," jelasnya.

(fiq/rdf)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini