"Tidak. Tidak benar itu," tutur Sindu usai menjalani pemeriksaan di kantor KPK, Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (13(/9/2011) malam.
Sebelumnya, anggota dewan dari PKB, Lily Wahid menuding Sindu sebagai calo anggaran. Sindu disebut menawari berbagai proyek anggaran kementerian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lily menyebutkan, setiap menawarkan proyek, Sindu telah mematok biaya 7,5 persen dari nilai proyek yang akan dibantunya. "Dipotong 7,5 persen untuk keuangan, kalau nanti Ibu mau menambahi untuk PKB, ya Ibu tambahi saja," ucap Lily menirukan kata-kata Sindu yang pernah didengarnya.
Besaran 7,5 persen yang diminta Sindu akan menjadi plafon bagi mark-up nilai proyek yang ditawarinya.
Jika tawarannya diambil, maka nilai proyek akan kembali di mark-up lebih besar untuk memenuhi bagian pihak lain. Tetapi Lily menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menerima tawaran Sindu.
"Dari oroknya saya sudah begitu, enggak pernah begitu-begituan," tuturnya.
Nama Sindu Malik muncul dari pengakuan pengusaha yang menjadi tersangka suap Dana PPID Tranmigrasi, Dharnawati. Menurutnya, aliran dana suap senilai Rp 1,5 miliar yang diberikannya kepada dua tersangka lain akan dialirkan kepada Muhaimin. Muhaimin pun dikatakannya dekat dengan beberapa nama lain, yaitu Ali Mudhori, Acos, dan Sindu Malik.
(fjr/irw)










































