“Kita mungkin perlu menurunkan sedikit tensi kita jangan mudah marah. Jangan mudah terprovokasi walaupun dimaki, dicaci, ya jangan marah lah. Saya kan seperti itu. Saya enggak pernah marah kan?,” ujar Marzuki di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (13/9/2011).
Menurut Marzuki, mudahnya seseorang untuk marah akan mempermudah upaya orang lain untuk melakukan provokasi. Apalagi saat ini teknologi informasi sudah bisa digunakan masyarakat luas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marzuki pun meminta aparat kepolisian untuk segara menangkap penyebar SMS yang memprovokasi warga Ambon beberapa hari lalu. Ia meminta pelaku dihukum seberat-beratnya.
“Karena itu sangat berbahaya, khususnya negara kita yang terdiri dari banyak etnis, suku, dan agama. Kalau tidak diberi efek jera nanti mudah sekali menyebarkan SMS yang tidak bertanggung jawab,” ucapnya.
(adi/lrn)











































