Kekeringan akibat musim kemarau sudah dirasakan di beberapa wilayah di Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai lembaga pemerintah yang bertanggung jawab atas data-data prakiraan cuaca diminta lebih proaktif lagi menyosialisasikan kepada masyarakat mengenai dampak perubahan cuaca.
Permintaan itu disampaikan anggota Komisi V DPR Fary Djemy Francis. "Informasi mengenai kondisi cuaca saat ini penting disampaikan ke masyarakat agar mereka dapat melakukan antisipasi dalam menghadapi perubahan cuaca ini. terutama terkait kepentingan untuk kegiatan pertanian dan perikanan yang tergantung dengan cuaca," ujarnya saat Rapat Dengar Pendapat dengan BMKG membahas anggaran RKA-K/L 2012 di gedung Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (13/9).
Politisi Gerindra ini mengkritisi BMKG yang kurang menyampaikan kepada publik hasil analisa dan kajian yang dilakukan terkait perubahan cuaca ekstrem. "Saya melihat analisa dan data soal perubahan cuaca BMKG ini tidak semuanya diterima masyarakat. Sepertinya terhenti di kantor BMKG saja. Jadi tolong Bu Woro (Kepala BMKG Sri Woro Budiati Harijono- red), BMKG jelaskan ke masyarakat tentang kondisi perubahan cuaca saat ini, agar mesyarakat memiliki kepastian informasi terkait perubahan cuaca saat ini," tukasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masyarakat hanya ingin mendapatkan informasi, kira-kira kemarau yang sudah terjadi sejak dua bulan lalu itu akan berlangsung hingga kapan. Sehingga atas berbagai kesulitan yang mulai dirasakan soal pasokan air bersih ini dapat dilakukan antisipanya," tegasnya.
(nwk/nwk)











































