DetikNews
Selasa 13 September 2011, 15:49 WIB

PPK & Panitia Tender e-KTP Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

- detikNews
Jakarta - Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Ketua Panitia lelang dalam proses pengadaan barang KTP elektronik (e-KTP), Sugiarto dan Drajat Wisnu Setiawan dilaporkan oleh Konsorsium Lintas Peruri Solusi ke Polda Metro Jaya. Keduanya dilaporkan atas dugaan penggelembungan hingga Rp 4 triliun lebih dalam proses tender.

\\\"Ada dugaan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menyalahgunakan wewenang saat proses masa sanggah,\\\" kata Handika Honggowongso selaku kuasa hukum Konsorsium Lintas Peruri Solusi kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (13\/9\/2011).

Handika mengatakan, pihaknya dalam hal ini Sugiarto yang saat itu merupakan PPK, menjabat sebagai Direktur Pengelola Informasi Administrasi (Minduk) Kependudukan Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Handoko mengatakan, konsorsium PNRI sebagai pemenang tender memenangkan tender proyek e-KTP senilai Rp5,84 triliun dari pagu anggaran senilai Rp5,9 trilun. Padahal menurutnya, proyek tersebut bisa mencapai efisiensi 20 persen dari pagu anggaran.

\\\"Konsorsium Lintas Peruri Solusi mengajukan penawaran Rp 4,75 triliun untuk pengerjaan proyek tersebut,\\\" kata dia.

Bahkan, kata Handika, Konsorsium Lintas Peruri Solusi telah memiliki pengalaman pengerjaan proyek yang sama di lima wilayah berbeda pada 2009.

\\\"Kita pernah mengerjakan e-KTP di Yogyakarta, Denpasar, Buleleng, Sumatera Barat dan Cirebon,\\\" kata dia.

Lebih jauh Handoko menuding pihak panitia lelang telah melakukan kongkalikong dengan 3 konsorsium pemenang lelang. Ia mengungkapkan, dalam proses tender e-KTP ada lima konsorsium yang ikut tender yakni konsorsium PNRI, konsorsium Astra, Konsorsium Mega Global, Konsorsium Lintas Perusi dan Konsorsium Telkom.

Pada perjalanannya, hanya 3 konsorsium yang menang yakni Konsorsium PNRI, Konsorsium Astra dan Konsorsium Mega Global. \\\"Sedangkan Konsorsium Lintas Peruri dan Konsorsium Telkom gugur saat evaluasi metodologi dan kesesuaian spesifikasi teknis,\\\" kata dia.

Konsordium Lintas Peruri digugurkan karena masalah power supply di produk HSM Safenet. Sedangkan Konsorsium Telkom digugurkan karena spesifikasi produk seperti signature pad posiflex dan spesifikiasi power supply adaptor produk LG IRIS.

\\\"Sedangkan tiga konsorsium yang lolos seharusnya gugur karena barangnya tidak memiliki ISO 9001 dan ISO 14001,\\\" tukasnya.

Handoko mengatakan, panitia lelang telah menerima uang Rp 50 juta pada 5 Juli 2011 dari pihak konsorsium yang memenangkan tender pada saat masa sanggah tender.

\\\"Bahkan, saat masa sanggah, PPK sudah menandatangani kontrak dengan konsorsium PNRI sebagai pemenang lelang,\\\" kata dia.

Dengan diloloskannya tiga konsorsium itu, Handika menduga panitia lelang dan PPK telah melanggar peraturan hukum dalam pengadaan lelang.

\\\"Panitia lelang diduga melanggar Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah,\\\" ujar Handika.

Dalam surat sanggahan pada 5 Juli 2011, setiap konsorsium melengkapi jaminan bank senilai Rp 50 juta. Konsorsium Lintas Peruri Solusi juga menduga panitia lelang menggelapkan dana dari Rp50 juta dari setiap konsorsium, karena tidak dimasukkan ke kas negara.

\\\"Harusnya panitia lelang menolak dan menjelaskan masa sanggah banding sudah selesai, karena PPK telah memperlihatkan surat pemenang tender dari konsorsium PNRI pada 29 Juni 2011 dan tanda tangan kontrak, 1 Juli 2011,\\\" jelasnya.

Dalam laporan resmi bernomor TBL\/3120\/IX\/2011\/PMJ\/Ditreskrim-UM, Handika melaporkan Drajat dan Sugiarto atas tuduhan Pasal 378 KUHP tentang penipuan juncto Pasal 372 KUHP tentang penggelapan, Pasal 415 KUHP tentang penyalahgunaan wewenang juncto Pasal 22 juncto Pasal 48 ayat 2 UU No 5\/ 99 tentang larangan monopoli dan persaingan tidak sehat, serta Pasal 52 UU Nomor 14\/2010 tentang informasi publik.

Dalam laporannya ini, pelapor menyertakan barang bukti berupa surat kontrak per 1 Juli 2011, surat jaminan penerimaan uang Rp50 juta dan tiga orang saksi, yakni Direktur Utama Bumi Lestari, Winata Cahyadi dan Arif Yahya dari konsorsium PT Telkom.




(mei/lrn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed