Sekitar 500-an orang dari berbagai koaliasi masyarakat turun ke jalan, Selasa (13/9/2012), untuk melampiaskan kekecewaannya. Mereka bahkan melakukan aksi pembakaran ban bekas.
โIni dagelan politik Syamsurizal yang merupakan antek Gubernur Riau, Rusli Zainal. Pemilukada sengaja ditunda untuk memuluskan kandidat walikota Septina Primawati istri gubernur. Walikota Pekanbaru tidak lebih sebagai boneka Gubernur Riau,โ teriak sang orator dalam aksi di depan Kantor Walikota Pekanbaru, Selasa (13/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibatnya, terjadi antrian panjang ratusan kendaraan yang akan melintas. Polisi tak kuasa menghalau demonstaran yang terus menduduki jalan tersebut. Ditambah lagi pembakaran ban bekas yang membuat asap hitam mengepul di depan kantor Walikota Pekanbaru.
Di dalam orasinya para demonstran ini menyebutkan, bahwa keterangan Syamsurizal yang menyebut Pemkot Pekanbaru saat ini defisit anggaran sebesar Rp80 miliar hanya akal-akalan saja. Alasan defisit ini, sehingga Pemkot tidak menyediakan dana untuk PSU yang mestinya diadakan besok, Rabu (14/9/2011).
โAnehnya lagi MK justru ikut dalam sekenario politik busuk ini, dengan menyetejui penundaan PSU. Maka kami menyatakan mosi tidak percaya terhadap MK, melakukan pembangkangan massal dengan tidak membayar pajak. Kami juga berjanji akan menggulingkan Gubernur Riau dan Pjs Walikota Pekanbaru secara paksa,โ teriak masyarakat dalam orasinya. Usai salat djuhur mereka membubarkan diri dengan tertib.
Sebagaimana diketahui, dalam pelaksanaan Pemilukada pada awal Mei 2011, pasangan Firdaus-Ayat Cahyadi (PAS) unggul dalam penghitungan suara. Sedangkan istri gubernur, Septina Primawati berpasangan dengan incumbent Wakil Walikota, Erizal Muluk kalah muntlak. Namun hasil Pemilukada digugat ke MK dengan hasilnya dimenangkan kubu Septina. MK memutuskan PSU pada 14 September. Sayangnya, putusan MK itu tidak ditindaklanjuti dengan alasan devisit anggaran.
(cha/lh)











































