"Jangan memberikan kesan Ambon rusuh. Stigma harus diubah dan masyarakat berhasil mengatasi provokasi," kata tokoh lintas agama, Benny Susetyo, usai menghadiri acara temu Purawirawan TNI-Polri di Mess TNI, Jalan Senen Raya, Jakarta Pusat, Selasa (13/9/2011).
Menurut Romo Benny, modal awal bagi masyarakat Ambon untuk menghidari rusuh adalah dengan mengatasai segala bentuk provokasi yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Pemerintah juga hendaknya bisa menjadi mediator dan fasilitator untuk masuk ke masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, katanya, pengelolaan komunitas akar rumput akan sangat penting dilakukan untuk membangun kekuatan mengatasi provokasi. "Perlu pendekatan kebudayaan dan bukan dengan pendekatan keamanan," kata Romo Benny.
Terkait isu kerusuhan Ambon sebagai pengalihan isu besar nasional, Benny mengangap jika hal tersebut terbukti benar, maka itu sangat keterlaluan.
"Masyarakat tidak mau menjadi kayu bakar. Saya yakin ada masalah akar di Ambon yang belum selesai. Kalau kesepatan Malino II disepakati dan ini belum dijalankan secara efektif, Malino II harus dijadikan pijakan," jelasnya.
"Persoalan miskomunikasi terjadi sejak awal," tambahnya.
(fiq/lrn)











































