"Early detection pertikaian itu justru bisa dilakukan saat dialog antar warga dilakukan secara intensif oleh pemerintah pusat dan daerah. Karena dari situ bisa ditelusuri mana yang berdampak pada kericuhan. Solusi pun bisa ditemukan dengan adanya dioalog tersebut," kata pengamat Intelijen AS Hikam kepada detikcom, Selasa (13/9/2011).
Lalu di mana peranan intelijen? Menurut mantan Menrisktek di era Gus Dur ini, intelijen hanya bertugas mengamati dan melaporkan situasi di lapangan baik ada kejadian maupun tidak ada kejadian. Intelijen, lanjut Hikam, tak berwenang untuk bertindak dalam sebuah pertikaian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, pertikaian antarwarga di Ambon diwarnai dengan saling lempar batu, memblokir jalan dan merusak/membakar kendaraan. Massa juga sempat membakar sebuah pos polisi lalu lintas di sekitar Masjid Al Fatah, Ambon, karena kecewa dengan penanganan polisi yang dirasa kurang optimal.
Namun kondisi di Ambon kini semakin membaik. Aparat keamanan pun masih berjaga-jaga untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
(feb/van)











































