DPR Soroti Kinerja Intelijen dalam Pertikaian Ambon

DPR Soroti Kinerja Intelijen dalam Pertikaian Ambon

- detikNews
Selasa, 13 Sep 2011 01:08 WIB
DPR Soroti Kinerja Intelijen dalam Pertikaian Ambon
Jakarta - Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso menyoroti khusus kinerja intelijen dalam antisipasi pertikaian warga di Ambon, Maluku. Intelijen bersama aparat keamanan lain harus proaktif mengantisipasi setiap kemungkinan pertikaian warga di seluruh wilayah Tanah Air.

"Saya sudah bicara dengan Gubernur dan Wakil Gubernur. Dari segi aparat harus meningkatkan keandalan dari aparat intelijen untuk menangani masalah sensitif utamanya di daerah bersumbu pendek bekas konflik seperti Ambon. Penanganan selama ini memang belum tuntas dan belum sepenuhnya pulih karena masih ada sisi-sisi yang belum sepenuhnya tuntas tetutama masalah yang berkaitan dengan kultur dan masalah suasana kebatinan masyarakatnya," kritik Priyo.

Hal ini disampaikan Priyo kepada detikcom, Selasa (13/9/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diperlukan juga koordinasi antara aparat keamanan dengan pemerintah daerah setempat. Agar bersama-sama mensosialisasikan pentingnya keharmonisan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

"Nomor satu adalah aparat intelijen yang kedua adalah pemerintah. Seluruh jajaran eksekutif, Muspida plus Gubernur, Wakil Gubernur, Pangdam, Kapolda, untuk selalu proaktif untuk mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat bersama-sama menjalin rasa saling menghormari dan saling toleransi dengan berbagai kalangan,"paparnya.

Karena itu dalam pengambilan pejabat juga disarankan untuk memperhatikan keberagaman. Seperti unsur Gubernur dan Wakil Gubernur yang juga melambangkan kebersamaan di Ambon.

"Termasuk masalah kepegawaian di universitas dan penentuan pejabat seyogyanya disarankan untuk memperhatikan keanekaragaman ini. Memperhatikan beberapa kelompok,"tandasnya.

Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu meninjau lokasi bentrokan antarwarga di sejumlah titik di Kota Ambon. Kepada pemerintah pusat, Albert melaporkan bahwa kericuhan di Ambon telah mereda. Korban meninggal akibat pertikaian ini dilaporkan sebanyak 6 orang.

Karel meninjau lokasi bentrokan bersama Kapolda Maluku Brigjen Polisi Syarief Gunawan serta Pangdam Pattimura, Minggu (11/9/2011). Aparat kepolisian dibantu TNI berusaha melakukan pendekatan terhadap warga untuk tidak saling menyerang.

Kericuhan antarwarga di Ambon diwarnai dengan saling lempar batu, memblokir jalan dan merusak/membakar kendaraan. Massa juga sempat membakar sebuah pos polisi lalu lintas di sekitar Masjid Al Fatah, Ambon, karena kecewa dengan penanganan polisi yang dirasa kurang optimal.

Saat ini kedua belah pihak yang bertikai masih bersiaga di daerahnya masing-masing. Banyak warga yang memilih untuk mengungsi ke Masjid Al Fatah dan juga Masjid Jami Kota Ambon.

(van/gah)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads