Pemuda Maluku Serukan Semangat Perdamaian

Pemuda Maluku Serukan Semangat Perdamaian

- detikNews
Senin, 12 Sep 2011 23:33 WIB
Jakarta - Pemuda Ambon yang tergabung dalam Persatuan Pemuda Maluku Indonesia Bersatu (PPMIB) menyerukan semangat perdamaian. Mereka mengimbau semua pihak di Ambon, Maluku, untuk tidak mudah terprofokasi hingga timbul pertikaian.

"Saya rasa untuk penambahan aparat dan keamanan wewenang pemerintah. Kita berkumpul pada hari ini PPMIB mengumpulkan tokoh masyarakat Maluku, baik sesepuh, tokoh agama, untuk memberikan motivasi dorongan untuk saudara kita di sana bahwa kita yang ada di luar Maluku dan Ambon, prihatin dan sedih," kata Ketua Persatuan Pemuda Maluku Indonesia Bersatu (PPMIB), Ronald A Syauta, dalam konferensi pers 'Apa yang Harus Kita Lakukan Menyikapi Keadaan di Ambon?', di Golf Driving Range, Senayan, Jakarta, Senin (12/9/2011).

Ronald mendorong semua pihak untuk bersama-sama menjamin keamanan masyarakat. "Tapi kita ingin bahwa semua persoalan yang terjadi kemarin itu murni bagaimana kita sama-sama bergandengantangan mendorong pemerintah baik pusat maupun lokal bagaimana menyelesaikan persoalan ini bukan hanya perseorangan. Jangan hanya pemerintah pusat menyelesaikan persoalan ini, sementara kita berpangku tangan," imbaunya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia juga meminta masyarakat untuk menyelesaikan akar persoalan melalui jalur hukum. Sementara warga Maluku harus tetap damai.

"Yang menjadi persoalan ranah hukum, kita selesaikan secara hukum. Di luar ranah hukum, kita hidupkan kita punya persaudaraan hidup di masyarakat Maluku yang penuh cinta kasih. Penuh dengan kebersamaan persaudaraan itu. Kita tanamkan terus melalui tokoh masyarakat dan tokoh agama,"terangnya.

Ia juga berharap polisi mengusut tuntas SMS profokasi yang memicu pertikaian. "Mengenai SMS yang berkembang perlu dilacak, saya serahkan kepada aparat. SMS ini menurut saya menjadi biang yang gampang mempengaruhi masyarakat. Saya kira dengan peralatan yang canggih pihak intelijen, pihak kepolisian, bisa dapat menemukan asal mula SMS tersebut,"harapnya.

Dalam insiden di Ambon ini, Mabes Polri menyebut 3 orang tewas, 24 orang korban luka berat dan 65 orang korban luka ringan.

"Korban ada 3 yang meninggal dunia, 24 orang luka berat, 65 orang luka ringan. Korban karena bentrokan dua massa," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam di kantornya, Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (12/9/2011).
Β 
Menko Polhukam Djoko Suyanto sebelumnya menyebutkan lima orang telah tewas akibat pertikaian antarwarga tersebut. Namun Djoko meminta kepada wartawan untuk kroscek kepada polisi apakah benar korban tewas mencapai lima orang.

"Menurut staf saya, yang tertulis itu lima orang. Saya nggak usah bilang itu kelompok siapa. "Itu laporan yang saya terima, tapi kroscek lagi ya," kata Djoko.

(van/van)


Berita Terkait