Kapolres Bogor Kota AKBP Hilman mengatakan, program bertajuk 'Polisi Peduli Pendidikan' itu digagas oleh Kapolda Jawa Barat Irjen Putut Eko Bayuseno.
"Ini merupakan salah satu fungsi kita dalam meningkatkan kemitraan dengan masyarakat. Sebenarnya kita hanya memfasilitasi saja, yang mendanai ada dari perusahaan yang bekerjasama dengan Polri," jelas Kapolresta Bogor Kota AKBP Hilman kepada detikcom, Senin (12/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenyamanan dalam kegiatan belajar-mengajar ini perlu ditunjang oleh fasilitas yang memadai. Kondisi bangunan yang laik tentu dapat memberikan kenyamanan pada murid dan guru-gurunya," jelas dia.
Menurut Hilman, perbaikan gedung sekolah perlu perhatian dari berbagai pihak. "Dengan melakukan perbaikan sekolah, kita ikut andil dalam memajukan pendidikan, khususnya di Kota Bogor," kata dia.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan tiap Polsek di Kota Bogor, saat ini terdapat 22 sekolah yang harus segera diperbaiki. Dari jumlah tersebut, 21 SD dan satu lainnya SMP.
"Yang rusak parah hanya 2-3 sekolah, yang lainnya rusak sedang," ucapnya.
22 Sekolah yang akan direnovasi itu tersebar di enam kecamatan, diantaranya 9 SD di kecamatan Bogor utara, 1 SD di Bogor Selatan, 7 SD di Bogor Barat, 2 SD di Bogor Timur, dan 1 SD dan 1 SMP terdapat di Kecamatan Tanah Sareal.
Adapun, sekolah yang akan mendapatkan renovasi diantaranya SDN Bubulak 2, SDN Cibalagung 1, SDN Loji 3, SDN Gunung Batu 2, SDN Menteng, SDN Semeru 4, SDN Bulungbang Jaya 3, SDN Kayu Manis 2, SDN Duta Pakuan, SDN Bantar Kemang 3, SDN Batu Tulis 4 dan SDN Sartika 3 serta SMPN 16.
Hilman mengungkapkan, dari hasil pengecekan di lokasi, kondisi sekolah-sekolah tersebut cukup memprihatinkan. Bangunan sekolah tersebut mengalami kerusakan pada tegel lantai, atapnya jebol dan kusennya yang mulai dimakan rayap.
"Ini tentu membahayakan dan perlu perbaikan segera. Mudah-mudahan dengan adanya program ini, semakin banyak masyarakat yang peduli akan pendidikan," tutupnya.
(mei/van)











































