Hal itu diungkapkan Kapolresta Bekasi Kota Kombes Priyo Widyanto, mengingat modus operandi pelaku juga tergolong baru. Para pelaku, kata dia, mengecat kamera CCTV ATM dengan cat pilox.
"Kalau dilihat dari modusnya seperti itu (kamera CCTV di-pilox), kemungkinan pelakunya kelompok baru karena selama ini paling ditutupi kertas," ujar Priyo saat dihubungi detikcom, Senin (12/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena pas masuk, pelaku langsung menutupi kamera menggunakan pilox. Tadi (rekaman CCTV) coba dibuka, tidak terlihat," kata Priyo.
Dia mengungkapkan, ketika perampokan terjadi sekitar pukul 02.00 WIB dini hari tadi, GOR sudah terkunci rapat. Begitu pula dengan gerai ATM, sudah terkunci rapat semuanya.
"ATM itu dikunci, karena tidak buka 24 jam," ujar dia.
Pelaku yang diduga telah menggambar situasi di lokasi sebelumnya, lantas menyergap satpam. Satpam tersebut disekap di ruangan dengan kondisi mata ditutup serta mulut dan tangan terikat tali.
"Satpam menurut keterangannya saat itu sedang tiduran, lalu dia disergap oleh pelaku," sambungnya.
Sebelum diikat, satpam sempat melihat tiga pelaku yang menyekapnya. Namun, ketiga pelaku tidak dapat teridentifikasi wajahnya.
"Menurut satpam, ada 3 yang pakai saebo. Begitu dia tiduran, dia disekap satpam langsung ditutup matanya, tangannya diikat," lanjutnya.
Usai menyekap satpam, para pelaku lantas pergi ke gerai ATM yang terkunci. Pelaku kemudian mencongkel pintu ATM tersebut hingga rusak. Para pelaku berhasil menggondol Rp 330 juta lebih uang yang terdapat di mesin ATM.
"Pelakunya masih kita kejar. Kita akan koordinasi dengan Resmob Polda Metro Jaya untuk melakukan pengejaran," tutupnya.
(mei/van)











































