Polisi Diminta Usut Kematian Orang Rimba

Polisi Diminta Usut Kematian Orang Rimba

- detikNews
Senin, 12 Sep 2011 16:19 WIB
Jambi - Polres Merangin, Jambi diminta mengusut tuntas tewasnya dua warga suku Orang Rimba atau dijuluki suku Anak Dalam. Mereka kerap mendapatkan perlakuan tidak adil, dalam sejumlah kasus kekerasan.
Β 
"Kami meminta aparat hukum menindaklanjuti. Kita mengharapkan persoalan ini diselesaikan secara hukum, jangan sampai terjadi pembiaran," sebut Manajer Komunikasi dari LSM lingkungan Warung Informasi (Warsi) Rudi Syaf di Jambi kepada detikcom, Senin (12/9/2011).

Polisi harus bisa mengusut dengan adil. Jika yang bersalah Orang Rimba, mereka harus diusut. Namun kalau yang bersalah warga lain, warga itu juga harus diusut.
Β 
"Jika proses hukum tidak berjalan, ini sama artinya dengan membiarkan Orang Rimba terjerat dalam kemarginalannya, dan secara perlahan akan terjadi etnosida (penghilangan etnis)," sebut Rudi.

Proses hukum penting dijalankan untuk memberikan pembelajaran hukum bagi Orang Rimba dan warga luar. "Jangan sampai kasus ini sama seperti kasus-kasus sebelumnya yang rata-rata tidak ada proses hukumnya, sehingga penghilangan nyawa Orang Rimba semakin sering terjadi," kata Rudi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam catatan Warsi, perkelahian antara masyarakat desa dengan suku pedalaman belakangan sering terjadi. Sejak Warsi mendampingi Orang Rimba sejak 1997 silam, ada 6 kasus kekerasan yang berujung pada kematian Orang Rimba. Dalam rentang waktu tahun 1997-2011, tercatat sudah ada 14 Orang Rimba tewas karena perkelahian dengan masyarakat.
Β 
"Anehnya, sudah banyak korban meningal dunia dalam berbagai kasus, tidak satu pun yang diselesaikan secara hukum. Kita sangat menyayangkan aparat penegak hukum kita yang belum memberikan rasa keadailan bagi masyarakat. Hanya karena mereka Orang Rimba, lantas pembunuhnya tidak pernah diadili. Ini yang kita sesalkan," kata Rudi.

(cha/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads