Hindari Bentrok Warga & Orang Rimba, Polres Merangin Siaga

Hindari Bentrok Warga & Orang Rimba, Polres Merangin Siaga

- detikNews
Senin, 12 Sep 2011 15:12 WIB
Jambi - Situasi di Kabupaten Merangin, Jambi telah kondusif setelah perkelahian warga dan dua orang dari suku Orang Rimba. Untuk mencegah kekerasan berulang, Polres menurunkan bantuan Brimob Polda Jambi dan personel TNI.

Wakapolres Merangin Kompol Samsul Priasmoro dalam perbincangan dengan detikcom, mengatakan Brimob dan TNI diterjunkan ke lokasi perkelahian antara Orang Rimba dengan masyarakat desa. Hal itu guna menghindari hal-hal yang tidak dinginkan menyusul tewasnya 2 warga suku Orang Rimba.
 
"Kondisi di tempat kejadian memang sudah kondusif. Namun demikian guna mengantisipasi kita tetap terjunkan personil untuk pengamanan," kata Samsul, Senin (12/9/2011).
 
Menurutnya dalam kasus perkelahian ini, Muspida Kabupaten Merangi termasuk bupati dan dandim juga sudah turun ke lokasi. Mereka akan melakukan pendekatan kepada dua belah pihak.
 
"Rencananya sore nanti kita akan melakukan pertemuan dengan tokoh adat suku Orang Rimba dan masyarakat desa. Pertemuan tokoh tokoh adat dan masyarakat diperlukan agar tidak terjadi saling balas dendam kedua belah pihak," kata Samsul.

Samsul meminta kedua belah pihak agar dapat menahan emosi dan tidak terprovokasi. Polisi berjanji akan mengusut kasus kematian dua Orang Rimba tersebut.
 
"Kita meminta kedua belah pihak untuk mempercayakan kasus ini kepada pihak kepolisian. Kita berjanji akan mengusut sampai tuntas sesuai dengan hukum yang berlaku," kata Samsul.
 
Wakapolres Merangin menceritakan, kasus perkelahian ini terjadi pada akhir pekan lalu. Dari keterangan masyarakat desa, saat itu Sabar dari Orang Rimba membawa sepeda motor melintas di jembatan gantung. Namun saat melintas sembari membawa bungkusan jengkol, sepeda motornya terjatuh. Sabar menganggap jatuhnya sepeda motor di jembatan gantung itu akibat ulah warga desa.
 
Sabar pun akhirnya marah kepada masyarakat desa. Malah Sabar dengan emosi mengeluarkan senjata api rakitan yang disebut dengan istilah kecapek. Senjata rakitan untuk berburu ini dia acungkan ke warga. Dari sanalah warga pun akhirnya berkumpul. Sabar juga sempat menelepon rekan-rekanya untuk meminta bantuan.
 
Lantas saat itu terjadi perkelahian antara Orang Rimba dengan masyarakat. Warga mencoba merebut senjata api rakitan itu dari tangan sabar. Malah senjata api sempat meletus ke udara. Sabar dan teman-teman termasuk Saleh yang memberikan bantuan menjadi sasaran kemarahan warga.
 
"Sabar saat itu tewas di tempat kejadian. Sedangkan Saleh sempat mendapat perawatan intensif di rumah sakit karena mengalami luka serius. Dua hari dirawat, dikabarkan hari ini Saleh akhirnya meninggal dunia," kata Samsul.

(cha/fay)


Berita Terkait