"Perusakan ini diketahui pada saat dilakukan pengecekan setelah diketahui jaringan ATM tersebut mati (offline)," kata Tribuana Tunggadewi, Corporate Secretary PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dalam siaran persnya yang diterima detikcom, Senin (12/9/2011).
Tribuana mengatakan, BNI memiliki pemantauan ATM selama 24 jam melalui pusat pemantauan (BNI Command Center) dan pemantauan ATM di setiap Kantor Wilayah yang didukung tim reaksi cepat untuk menangani setiap gangguan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"BNI memastikan bahwa tidak terdapat kerugian finansial bagi pihak bank dalam kejadian ini. Mesin ATM beserta uang di dalamnya telah berada dalam perlindungan asuransi," jelasnya.
Saat ini BNI memiliki 1.492 outlet cabang dan sentra kredit yang tersebar di seluruh Indonesia, dan 5 cabang luar negeri (Singapura, Hong Kong, Tokyo, New York dan London), serta perwakilan di beberapa negara di Timur Tengah dan Asia Tenggara. Untuk jaringan elektronik, BNI memiliki 5.292 ATM ditambah 21.143 ATM LINK dan 30.794 ATM Bersama.
Seperti diketahui, kawanan perampok menyatroni ATM BNI 46 yang terletak di Arena Olahraga Kresna Pratama, Jl Sangata Blok I, Kelurahan Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi. Pelaku yang diperkirakan berjumlah lima orang berhasil membawa Rp 339 juta dalam ATM.
Para pelaku sempat menodong dan menyekap seorang satpam GOR. Pelaku kemudian mengambil kunci gerbang lalu memasukan mobil ke dalam.
Para pelaku juga merusak pintu mesin ATM BNI 46 dengan alat las, kemudian menutupi kamera CCTV ATM dengan cat semprot. Hingga kini, polisi masih memburu para pelaku.
(mei/lrn)










































