Dua Warga Orang Rimba di Jambi Tewas Dikeroyok

Dua Warga Orang Rimba di Jambi Tewas Dikeroyok

- detikNews
Senin, 12 Sep 2011 13:00 WIB
Jambi - Dua warga suku Orang Rimba di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi tewas dikeroyok orang. Polisi masih terus melakukan penyelidikan dalam kasus ini.

Wakapolres Merangin, Kompol Samsul Priasmoro mengungkapkan hal itu dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (12/9/2011). Menurutnya, kedua korban itu bernama Sabar (40) dan Saleh (40) keduanya warga Dusun Sungai Lintang, Desa Pemenang, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.
 
Sabar tewas pada Sabtu (10/9) saat dikeroyok masyarakat desa. Sedangkan Saleh sempat mendapat perawatan intensif di rumah sakit dan akhirnya meninggal pada Senin (12/9). "Keduanya merupakan korban dari pengeroyokan masyarakat desa," kata Samsul.

Wakapolres Merangin menceritakan, kasus pengeroyokan ini terjadi pada akhir pekan lalu. Dari keterangan masyarakat desa, saat itu Sabar membawa sepeda motor melintas di jembatan gantung. Namun saat melintas sembari membawa bungkusan jengkol, sepeda motor terjatuh. Sabar menganggap jatuhnya sepeda motor di jembatan gantung itu akibat ulah warga desa.

Sabar pun akhirnya marah kepada masyarakat desa. Malah Sabar dengan emosi mengeluarkan senjata api rakitan yang disebut dengan istilah kecapek. Senjata rakitan untuk berburu ini dia acungkan ke warga. Dari sanalah warga pun akhirnya berkumpul. Sabar juga sempat menelepon rekan-rekanya untuk meminta bantuan.

Lantas saat itu terjadi perkelahian antara Orang Rimba dengan masyarakat. Warga mencoba merebut senjata api rakitan itu dari tangan sabar. Malah senjata api sempat meletus ke udara. Sabar dan teman-teman termasuk Saleh yang memberikan bantuan menjadi sasaran kemarahan warga.
 
"Sabar saat itu tewas di tempat kejadian. Sedangkan Saleh sempat mendapat perawatan intensif di rumah sakit karena mengalami luka serius. Dua hari dirawat, dikabarkan hari ini Saleh akhirnya meninggal dunia," kata Samsul.

Namun demikian, Wakapolres mengakui kronologi tersebut baru dari versi masyarakat. Pihaknya juga akan memintai keterangan suku Orang Rimba yang saat itu juga ikut dalam perkelahian.
 
"Versi yang kita jelaskan itu baru sepihak saja dari masyarakat. Kita belum memintai keterangan dari versinya Orang Rimba. Kita tetap akan usut kasus tersebut," kata Kompol Samsul.

(cha/fay)


Berita Terkait