Aspek Popularitas SBY Sulit Dihindari

Aspek Popularitas SBY Sulit Dihindari

- detikNews
Selasa, 06 Jul 2004 10:22 WIB
Jakarta - Meski tidak punya basis politik, SBY unggul sementara dalam Pilpres. Aspek popularitas memang tidak bisa diabaikan dalam suatu pemilihan yang bersifat langsung."Ini konsekuensi Pemilu langsung. Pemilih punya kecenderungan untuk memilih yang populer. Aspek popularitas SBY merupakan keunggulan yang sulit dihindari."Demikian kata pengamat LIPI Syamsuddin Haris yang dihubungi detikcom melalui telepon pukul 10.00 WIB, Selasa (6/7/2004)."Sebenarnya kepopuleran SBY sudah terlihat pada hasil Pemilu legislatif. Saat itu banyak pemilih yang beralih partai karena populernya ketokohan SBY," ujarnya.SBY-Kalla menempati urutan pertama dalam perolehan suara sementara Pilpres. Mega-Hasyim dan Wiranto Gus Solah bersaing ketat di posisi kedua dan ketiga. Amien-Siswono mengekor di urutan keempat. Hamzah-Agum di posisi buncit."Mega lebih berpeluang daripada Wiranto untuk lolos ke putaran dua Pilpres. Keduanya memang punya basis politik yang kuat. Tapi Mega lebih diuntungkan dengan pendukungnya yang fanatik," kata Haris.Sedangkan Amien dinilainya tidak punya peluang ke putaran dua. Sebab Amien kesulitan mendapat dukungan dari Jawa dan bagian timur Indonesia."Memang banyak yang menjagokan Amien. Tapi dia hanya memperoleh dukungan dari masyarakat perkotaan. Padahal masyarakat kota hanya 30 persen jumlahnya. Sedangkan penduduk kebanyakan ada di pedesaan," urai Haris.Mengenai Hamzah-Agum, dia mengaku sudah memprediksi tidak akan masuk hitungan. "Jadi saya kira yang akan maju ke putaran dua adalah SBY dan Mega. Tapi hasil perolehan suara sementara yang ada sekarang kan masih minim. Nantilah lihat hasil akhirnya," demikian Haris. (sss/)


Berita Terkait