Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, menjelaskan, aksi memanjat Fitri ini adalah salah satu bentuk pola agresivitas karena protes psikologis seorang anak.
"Fitri akan merasa terpuaskan jika ibunya menangis, karena dia tidak diperhatikan di rumah," kata Arist saat dihubungi detikcom, Senin (12/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini akibat tekanan kemiskinan," nilai Arist.
Arist menjelaskan, solusi konkret bagi Fitri adalah tempat perlindungan dan rehabilitasi psikologis anak. Hal ini juga yang menjadi rekomendasi Komnas PA saat saat kasus Fitri pertama kali muncul.
"Ini harus mendapat perhatian Dinas Sosial Jakarta, karena ini kan juga soal kemiskinan," kata Arist menambahkan pihaknya akan berkoordinasi dengan lembaga pemerintah itu.
Fitri pagi tadi memanjat tower SUTET di Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Ini merupakan aksinya yang lebih ke 18 kali.
(lrn/nrl)











































