Tidak Tepat Bakat Panjat Fitri 'Spiderkid' Disalurkan, Harus Diterapi

Tidak Tepat Bakat Panjat Fitri 'Spiderkid' Disalurkan, Harus Diterapi

- detikNews
Senin, 12 Sep 2011 11:07 WIB
Tidak Tepat Bakat Panjat Fitri Spiderkid Disalurkan, Harus Diterapi
Jakarta - Aksi memanjat aneka tower yang dilakukan Fitri (10), bukanlah sebuah bakat atau keahlian, melainkan bentuk protes psikologis atas ketidaknyamanan lingkungan rumah. Karena itu, hanya terapi psikologis yang bisa membuat si spiderkid tidak memanjat lagi, bukan penyaluran bakat, seperti olahraga panjat.

Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, menjelaskan, aksi memanjat Fitri ini adalah salah satu bentuk pola agresivitas karena protes psikologis seorang anak.

"Fitri akan merasa terpuaskan jika ibunya menangis, karena dia tidak diperhatikan di rumah," kata Arist saat dihubungi detikcom, Senin (12/9/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kurangnya perhatian orang tua, kata Arist, disebabkan ekonomi keluarga yang kurang mampu. Orang tua Fitri lebih fokus mencari sumber ekonomi, ketimbang peduli pada perkembangan anaknya.

"Ini akibat tekanan kemiskinan," nilai Arist.

Arist menjelaskan, solusi konkret bagi Fitri adalah tempat perlindungan dan rehabilitasi psikologis anak. Hal ini juga yang menjadi rekomendasi Komnas PA saat saat kasus Fitri pertama kali muncul.

"Ini harus mendapat perhatian Dinas Sosial Jakarta, karena ini kan juga soal kemiskinan," kata Arist menambahkan pihaknya akan berkoordinasi dengan lembaga pemerintah itu.

Fitri pagi tadi memanjat tower SUTET di Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Ini merupakan aksinya yang lebih ke 18 kali.

 


(lrn/nrl)


Berita Terkait