Pantauan detikcom, aparat keamanan masih menjaga ketat seluruh ruas jalan penghubung dua kelompok bertikai. Ruas jalan yang mendapat kawalan ketat aparat, adalah kawasan Trikora, kawasan Mangga Dua dan kawasan Waringin Talake.
Warga juga masih memilih menutup toko atau rukonya. Meskipun, ada satu dua toko yang mulai membuka. Sekadar diketahui, akibat pertikaian kemarin, kantor pusat Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) yang terletak di kawasan Talake juga hancur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami belum berani lewat. Masih rawan," ujar Effendi, warga Talake.
Para PNS maupun pegawai swasta juga belum berani masuk kantor. "Aduh, belum berani, situasi masih panas. Apalagi ada korban jiwa dan harta. Libur saja daripada terancam nyawa," kata Chairul Saleh, pegawai salah satu bank swasta.
Belum ada satupun sekolah di Ambon yang mengadakan kegiatan belajar. Begitupun instansi pemerintah maupun swasta belum beraktivitas.
Direncanakan, siang ini akan dilaksanakan pertemuan Muspida, tokoh agama dan pemuda di kantor Gubernur Maluku, Jl Pattimura, Ambon. Sejumlah kapal di pelabuhan Slamet Riyadi maupun kapal ferry tujuan Kabupaten Buru, ditunda keberangkatannya.
(han/fay)











































