"Kesadaran masyarakat di Ambon sudah cukup baik sehingga tidak mau diadu domba lagi. Inilah jejak masyarakat di akar rumput. Ketahanan sehingga tidak mau diprovokasi lagi," ujar Sosiolog UI Tamrin Amal Tomagola kepada detikcom, Minggu (11/9/2011).
Tamrin menjelaskan polisi pun harus proaktif menyebarkan informasi yang benar. Jangan sampai masyarakat sudah lebih dulu terprovokasi isu-isu yang menyesatkan. Aparat keamanan seharusnya sigap membubarkan massa sebelum terlibat bentrok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, akar permasalahan di Ambon harus diselesaikan setuntas-tuntasnya untuk mencegah konflik terulang. Tamrin yang pernah dikontrak World Bank sebagai staf ahli pasca kerusuhan Ambon dulu, menilai ada beberapa sebab. Yang pertama adanya korupsi, lalu penyerapan sumber daya di infrastruktur pemerintahan yang belum merata. Selain itu faktor kesenjangan ekonomi juga membuat emosi warga kadang cepat naik.
"Tetapi sejak perjanjian Malino ditandatangani, kesadaran masyarakat di akar rumput sangat bagus. Ketahanan masyarakat juga meningkat. Mereka tidak mau lagi diprovokasi," tambahnya.
Tamrin juga meminta Polri bertindak cepat dan profesional untuk segera mengendalikan keamanan di kota Ambon sepenuhnya.
(rdf/asp)











































