KPU Dicurigai Tak Antisipasi Coblosan di Kertas Terlipat

KPU Dicurigai Tak Antisipasi Coblosan di Kertas Terlipat

- detikNews
Selasa, 06 Jul 2004 09:31 WIB
Jakarta - KPU dicurigai tidak mengantisipasi adanya kemungkinan mencoblos dalam lipatan yang membuat surat suara tembus alias tercoblos dua kali. Masalah ini di lapangan telah melahirkan konflik."Saya tidak percaya KPU tidak tahu gejala seperti itu. Pasti itu ada grand scenario dan pemihakan pada capres tertentu," komentar Ketua GP Ansor Munawar Fuad Noeh dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (6/7/2004).Karena itulah Munawar mendesak KPU agar tidak terburu-buru menentukan hasil akhir perolehan suara pilpres karena masih banyak kejadian aneh seperti kecurangan dalam penghitungan suara dan lainnya yang menimbulkan perdebatan masih terjadi di beberapa daerah.Jika KPU terburu-buru menetapkan hasil, maka GP Ansor sebagai bagian dari elemen demokrasi akan melakukan perlawanan. "Kita dorong KPU tepat waktu (untuk menetapkan hasil pemilu). Tapi harus diikuti tanggung jawab KPU untuk menghitung secara objektif," ungkapnya.Dikatakannya, dari berbagai laporan di daerah, banyak terjadi manipulasi yang terkait dengan penghitungan suara. Munawar mencurigai KPU berkaitan dengan peristiwa coblosan di dalam lipatan yang telah mengakibatkan suara dihitung ulang. Menurutnya, hal itu bisa dimanfaatkan pihak-pihak tertentu melakukan mark up atau manipulasi jumlah penghitungan suara."Tidak mungkin KPU tidak mengantisipasi kejadian seperti itu. KPU kan tempat orang pandai, tapi mengapa mengurus surat suara saja tidak beres," kritik Munawar.Munawar mengancam jika KPU terbukti melakukan tindakan kelalaian secara nyata, Ansor akan bertindak nyata dan meluruskan hasil penghitungan suara itu. "Kita terus-menerus membuat laporan internal secara sistemik hasil-hasil pilpres. Kita juga melakukan pengawasan dan pemantuan fisik kerja pemungutan suara," terang Munawar.Munawar menjelaskan, anggota GP Ansor tersebar ada yang menjadi pengurus KPUD, Panwaslu, dan komite pengawas independen. "Posisi ini akan memberikan kemampuan GP Ansor untuk menyelamatkan suara rakyat," tandasnya. (nrl/)


Berita Terkait