"Situasi sudah mulai aman, suara tembakan juga sudah tidak terdengar lagi," terang warga Ambon, Fanti, yang tinggal Jalan Diponegoro, kepada detikcom, (11/9/2011). Jarak rumah Fanti dari lokasi kericuhan sekitar 20 meter. Menurutnya, suasana panas terasa 3-4 jam yang lalu. Syurkurlah, emosi warga mereda sejak pukul 18.30 WIT.
Aparat tampak bersiaga dengan senjata lengkap di lokasi. Pertokoan di sepanjang lokasi pertikaian antarwarga juga masih dalam keadaan tutup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat bentrokan berlangsung, menurut Fanti, semua warga tidak berani keluar rumah karena massa yang bertikai saling berbalasan melemparkan batu.
Namun, meski suasana telah mereda, warga tetap ingin mengungsi malam ini. "Saya mau ngungsi ke Batu Baja," katanya.
Fanti menambahkan, dampak dari bentrokan antarwarga, kaca Gereja Silo bagian belakang dan samping pecah. Rumah warga di sekitar tidak ada yang terkena sasaran batu.
"Saat ini gereja masih dijaga ketat," katanya.
Dihubungi terpisah, salah seorang petugas Hotel Abdulalie di Jalan Sultan Babullah IV, Ambon, mengatakan bentrokan juga terjadi di daerah Waringin dan Talake. Lokasi ini berjarak sekitar 1 kilometer dari tempatnya bekerja.
"Kalau di sini lumayan aman, tapi toko banyak yang tutup," kata Fauzi pada detikcom lewat telepon.
Ia mengatakan, banyak warga Waringin dan Talake yang mengungsi ke lokasi saudaranya. "Malahan ada juga warga yang mengungsi ke hotel ini," katanya.
Fauzi menyatakan, petugas kepolisian banyak yang ditempatkan di lokasi bentrokan untuk meredam massa. "Mudah-mudahan tidak merambat, karena ini seperti mengulang luka lama kerusuhan yang lalu," ujarnya.
(nal/nrl)











































