"Sesuai permintaan pemerintah Indonesia ke pemerintah Arab, untuk penambahan kuota dikabulkan sebanyak 10 ribu orang jamaah. Jadi total jamaah tahun ini 221.000 orang," terang Menteri Agama Suryadharma Ali, yang baru pulang dari Arab Saudi, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Minggu (11/9/2011).
Sebelum permintaan tersebut dikabulkan, kuota haji Indonesia tahun ini hanya 211.000 orang. Dengan rincian, 194 ribu jamaah haji reguler dan 17 ribu jamaah haji khusus. Indonesia mengajukan penambahan 27 ribu jamaah, dan dikabulkan 10 ribu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SDA menjelaskan, pemondokan untuk jamaah haji Indonesia tahun ini mengalami peningkatakan dalam hal kualitas jarak. Pemondokan dipastikan lebih dekat ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
"Untuk yang di Masjidil Haram, ada 319 gedung yang digunakan sebagai pemondokan dengan kapasitas 202.016 orang untuk jamaah regular. 93 Persen di bawah jarak 2 km dari Masjidil Haram dan sisanya 7 persen berjarak sekitar 2,01-2,05 km," jelasnya
"Sedangkan untuk pemondokan di Madinah, jaraknya sekitar 500 meter dari Masjid Nabawi," tambah SDA.
Selama melaksanakan ibadah haji nanti, jamaah diberi jatah makan 2 kali sehari dengan menu Indonesia yang dibungkus catering box.
"Sedangkan untuk di Arafah, jamaah akan mendapatkan makan sebanyak 16 kali dengan sistem prasmanan," tutup SDA yang mengenakan koko lengan panjang berwarna putih.
(lia/nrl)










































