Dishub DKI: Kopaja AC Harusnya Konsisten Tetap Beroperasi

Dishub DKI: Kopaja AC Harusnya Konsisten Tetap Beroperasi

- detikNews
Minggu, 11 Sep 2011 12:49 WIB
Dishub DKI: Kopaja AC Harusnya Konsisten Tetap Beroperasi
Jakarta - Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyayangkan angkutan Kopaja AC S-16 jurusan Ragunan-Grogol berhenti beroperasi sementara sembari menunggu pembahasan besaran tarif yang mereka ajukan senilai Rp 6.000. Harusnya, selama tarif tersebut dibahas, manajemen Kopaja AC tetap konsisten beroperasi.

"Harusnya dia (Kopaja AC) tetap jalan dan konsistenlah dengan apa yang telah dilakukan. Soal pengajuan tarif kan memang sedang dibahas, tapi tentunya nggak bisa diuber-uber karena ada tahapannya," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, U Pristono, kepada detikcom, Minggu (11/9/2011).

Pristono mengatakan, membuat keputusan termasuk soal penerapan tarif angkutan umum, tidak semudah membalik telapak tangan. Apalagi lanjutnya, angkutan ini menggunakan tarif non ekonomi yaitu disesuaikan dengan tarif yang berlaku di pasar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tarif itu harus mendukung keduanya. Maksudnya, operator dapat hidup dan daya beli masyarakat terjangkau dengan penerapan tarif tersebut. Jadi nggak mungkin gitu diajukan langsung diterapkan," katanya.

Pristono menjelaskan, mengajukan tarif harus melewati beberapa tahapan yaitu pengajuan dari pengusaha ke asosiasi dalam hal ini Organda lalu Organda mengajukan ke gubernur DKI Jakarta, setelah itu baru dibahas bersama Dishub dan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ). Untuk pengajuan tarif kopaja AC ini, surat dari Organda baru sampai ke meja gubernur pada Jumat (9/9) sore.

"Jadi awalnya tarif itu kan ditetapkan oleh asosiasi sebelum ke gubernur. Dengan sampainya surat itu, barulah gubernur bahas dengan stafnya. Dan sebelum disetujui gubernur, akan ada rapat dengan tim dan dilakukan survei pasar terlebih dulu. Barulah setelah gubernur sepakat lalu disampaikan ke mereka dan merekalah yang menetapkan," jelas Pristono.

"Jadi tidak mungkin gitu diajukan besoknya langsung ditetapkan, karena apa yang dibebankan kepada masyarakat itu tidak bisa semena-mena," tambahnya.

Terkait besarnya tarif yang sebesar Rp 6.000, Pristono belum ingin berkomentar lebih banyak. "Cocok atau nggaknya tarif yang dikenakan segitu, nanti ada tim yang membahas. Maka itu biarkan ini dulu dibahas, jangan diuber-uber. Tentunya kita ingin tarif mendukung keduanya," jawab Pristono.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Kopaja Nanang Basuki menyatakan Kopaja AC sementara akan berhenti beroperasi sampai ada kesepakatan tarif dengan pemerintah. Penghentian diperkirakan selama seminggu.

"Dari hasil rapat dengan manajemen yang kita lakukan dengan operator kemarin malam, agar tidak menimbulkan suasana yang tidak kondusif dengan moda angkutan lain, kita akan berhenti beroperasi lebih kurang seminggu ini," kata Nanang.

Peluncuran Kopaja AC pada Agustus lalu sungguh menggembirakan, karena masyarakat akan mendapat alternatif moda transportasi umum yang nyaman. Namun sayang, harapan itu layu sebelum berkembang. Belum genap 2 bulan, angkutan yang awalnya bertarif Rp 2.000 itu 'cuti'.

(lia/nrl)


Berita Terkait