Rektor UI Dianggap Hidup Berlebih, Gaji Dosen Telat Dibayar

Ralat Berita

Rektor UI Dianggap Hidup Berlebih, Gaji Dosen Telat Dibayar

- detikNews
Sabtu, 10 Sep 2011 21:07 WIB
Rektor UI Dianggap Hidup Berlebih, Gaji Dosen Telat Dibayar
Jakarta - Kritik terhadap gaya kepemimpinan Rektor UI Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri dimuat dalam rilis yang mengatasnamakan mantan anggota senat akademik FISIP UI Ade Armando. Hal ini sekaligus sebagai klarifikasi kesalahan pemberitaan yang menyebutkan kritik ini dikeluarkan oleh Dekan FE UI Firmanzah.

Kepada detikcom, Firmanzah mengatakan memang hadir dalam acara yang dihadiri sejumlah civitas Akademi UI di di Taman Pasca Sarjana FEUI, Kampus UI Salemba, Jakarta, Jumat (9/9/2011), kemarin. Tapi kala itu Firmanzah tidak mengeluarkan pernyataan apapun.

"Saat saya ditanya apakah akan memberi pertanyaan, saya jawab sudah cukup. Itu saja," tuturnya.

Dengan adanya ralat berita ini, maka kesalahan telah diperbaiki. Mohon maaf atas kesalahan ini. Berikut berita selengkapnya:

Masalah transparansi pengelolaan Universitas Indonesia (UI) menjadi hal yang disorot dari Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri. Aneka masalah menumpuk termasuk soal kesejahteraan dosen dan karyawan.

Hal ini diutarakan Ade Armando dalam rilisnya kepada wartawan di sela-sela acara bersama Effendi Gazali, Guru Besar FHUI Hikmahanto Juwana, Dekan FEUI Firmanza, Guru Besar FKUI Pratiwi Sudharmono, Dekan FKUI Ratna Sitompul, Guru Besar FKUI Akmal Taher, dosen FIBUI Donny Gahral Adian, Dekan Fasilkom UI T Basarudin.

Ade Armando sendiri tidak datang dalam acara itu. Tapi dalam rilis dengan tertanda Ade Armando di awal pernyataan, sejumlah kritik dilontarkan ke Gumilar.

"Saya memperoleh banyak informasi yang menunjukkan betapa buruknya pengelolaan keuangan di bawah rezim Gumilar, termasuk soal bagaimana UI harus membiayai gaya hidup sang rektor yang mahal. Tapi saya memilih untuk berhati-hati dulu. Sebelum memang ada bukti yang tak terbantahkan, saya mungkin sebaiknya menunda pembeberan informasi ini," demikian rilis tersebut.

Gumilar dan orang-orangnya menawarkan status dosen khusus untuk kesejahteraan yang lebih. Namun hal itu hanya ditawarkan kepada beberapa dosen yang dianggap loyal. Sentralisasi keuangan dan birokrasi UI yang berbelit-belit juga dianggap sebagai masalah besar.

"Banyak dosen yang gajinya terlambat dibayar atau bahkan tidak dibayar. Upah pekerja kebersihan di UI hanya Rp 500-600 ribu per bulan. Jauh di bawah UMR Depok yang sekitar Rp 900 ribu," lanjut rilis tersebut.

(gah/gah)


Berita Terkait