Ester telah bekerja di Libya sejak tahun 2005 sebagai tenaga semi ahli di sebuah perusahaan pembuat kue. Pada masa awal bekerja di Tripoli, Ester menerima gaji sebesar US$ 550 per bulan. Gaji tersebut kemudian terus naik setiap tahunnya hingga di awal tahun 2011 mencapai US$ 1.000.
"Saat pecahnya konflik bersenjata di Libya, majikan Ester menahannya agar tidak ikut evakuasi. Ester diberikan kompensasi kenaikan gaji hingga mencapai US$ 1.500 per bulan," kata staf KBRI Tunis, M Yazid, kepada detikcom, Sabtu (10/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, warga Bekasi, Jawa Barat, itu, tetap memilih untuk meninggalkan Libya demi keselamatan jiwa dan raga. Pada Kamis, 8 September 2011, kemarin rombongan yang mengevakuasi Ester tiba di ibukota Tunis sekitar pukul 20.00 malam waktu setempat.
"Sejak jatuhnya Tripoli ke tangan pasukan NTC, 10 orang TKW telah berhasil dievakuasi dari negara tersebut. Tim Evakuasi KBRI Tunis terus mengupayakan evakuasi WNI lainnya yang masih tertahan di sana," kata Yazid.
(irw/anw)










































