Β
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Ahmad Hidayat menyatakan, dari pantauan terakhir di lapangan, tiga daerah yang terkena bencana gempa tersebut, sudah melakukan penanganan yang baik. Ketiga daerah tersebut, masing-masing yakni Kabupaten Pakpak Bharat, Dairi dan Humbang Hasundutan.
"Masa tanggap darurat cukup satu minggu, selanjutnya masa recovery. Pada masa ini yang terpenting bagaimana agar fasilitas yang rusak, baik sarana pendidikan maupun rumah penduduk yang tergolong berat dapat ditangani segera," kata Hidayat kepada wartawan di Medan, Sabtu (10/9/2011).
Disebutkan Hidayat, hasil peninjauannya di sejumlah tempat, ada beberapa bangunan yang harus menjadi prioritas perbaikan. Misalnya di Kecamaran Lae Parira, Dairi. Di sana, Hidayat melihat gedung sekolah yang sudah ambruk, namun masih dapat dipergunakan. Siswa belajar di kelas yang tidak begitu rusak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait dengan pembiayaan terhadap fasilitas yang rusak berat dan berbiaya besar serta tidak mampu ditanggulangi pemerintah setempat, menurut Hidayat hal ini tentu harus ditangani pemerintahan pusat dan pemerintah provinsi. Namun perbaikan itu memerlukan proses.
Gempa berkekuatan 6,7 SR terjadi pada Selasa (6/9/2011) sekitar pukul 00.55 WIB. Pusat gempa berada sekitar 59 kilometer Timur Laut, Singkil Baru, Aceh Singkil, Aceh.
Gempa juga dirasakan di sebagian besar daerah di Sumut terutama di Kabupaten Dairi, Pakpak Bharat, dan Humbang Hasundutan. Data BPBD Sumut menunjukkan, gempa itu merusak 1.089 unit bangunan, yakni di Dairi sebanyak 735 unit, Pakpak Bharat 343 unit dan di Humbang Hasundutan 11 unit.
(rul/nik)











































