Hal itu disampaikan Kuasa Usaha Ad-interim (KUAI) KBRI Den Haag Umar Hadi pada pidato sambutan resepsi diplomatik dalam rangka HUT ke-66 RI di Wisma Duta, Wassenaar, Rabu malam atau Kamis (8/9/2011) WIB.
Semangat yang dimaksud KUAI adalah semangat bekerjasama dan saling membantu satu sama lain, yang juga dilihatnya telah mengakar kuat dalam masyarakat Zundert, sebuah kota dekat perbatasan dengan Belgia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut KUAI, selama di Zundert untuk menghadiri festival bunga Bloemen Corso, dia disambut dengan ramah dan mendapat kehormatan untuk menyaksikan, berpartisipasi dan berinteraksi langsung dengan penduduk setempat, yang menjalin kerjasama sister city dengan Tanah Karo itu.
"Yang paling menggugah saya adalah energi kolektif dan rasa kebersamaan yang sangat kuat, yang mengingatkan saya pada tradisi Gotong Royong di Indonesia. Saya pikir, dunia saat ini juga membutuhkan rasa kebersamaan semacam itu," tandas KUAI.
Mengenai hubungan bilateral Indonesia-Belanda saat ini, KUAI menggambarkannya sebagai sangat istimewa, sebagaimana juga disampaikan Menlu Uri Rosenthal dalam pidato sambutannya.
"Tingkat kerjasama berbagai bidang terus tumbuh. Belanda adalah investor terbesar kedua dari Eropa dan salah satu dari mitra perdagangan terbesar bagi Indonesia," imbuh KUAI.
Tentunya, lanjut KUAI, sebagai sesama negara demokrasi, ada peluang lebih banyak dan lebih baik bagi Indonesia-Belanda untuk meningkatkan kemitraan demi keuntungan bersama dan kepentingan global.
"Masih banyak potensi besar untuk mengembangkan lebih lanjut hubungan bilateral ini dalam banyak situasi," pungkas KUAI.
Hadir dalam resepsi diplomatik itu Menlu Rosenthal, mantan Menlu Bernard Rudolf 'Ben' Bot, para pejabat tinggi Kemlu Belanda, anggota parlemen, Duta Besar dan atase negara-negara sahabat, walikota, kalangan bisnis, Sahabat Indonesia, para pemuka masyarakat dan media.
(es/es)











































