Aparat petugas yang telah berjaga di Desa Gunung Baringin kemudian memberikan tembakan peringatan ke arah pelaku yang melepaskan tembakan.
"Letusan senjata api berasal dari personel yang nge-pam (melakukan pengamanan) di sana karena mendengar ada letusan dari arah warga Huta Tua," kata Kapolres Mandailing Natal, AKBP Ahmad Fauzi Dalimunthe saat dihubungi detikcom, Jumat (9/9/2011).
Kapolres mengatakan, kejadian bermula ketika petugas melakukan penjagaan di Desa Gunung Baringin. Tiba-tiba saja, petugas dikejutkan dengan bunyi letusan senjata api dari arah Desa Huta Tua.
"Anggota kemudian memberikan tembakan peringatan ke arah bunyi letusan," katanya,
Namun, warga yang meletuskan senjata api tersebut melarikan diri. Pelaku yang diperkirakan berjumlah lebih dari dua orang, melarikan diri ke arah hutan.
"Petugas sedang mengejar mereka ke atas, ke arah hutan," katanya.
Hingga kini, sekitar 30 personel disiagakan di lokasi untuk mengamankan kedua desa yang bentrok. Bentrokkan terjadi sejak Rabu malam lalu, dipicu dari keributan saat aksi dangdut di Desa Gunung Baringin. Hingga kini, kondisi di lokasi belum kondusif.
"Sesungguhnya sudah ada perdamaian, tapi masyarakat yang disinyalir pegang senjata rakitan itu membuat teror, sehingga kita akan menyiagakan personel sampai situasi benar-benar kondusif," katanya.
(mei/mok)











































