Lily Wahid Beberkan Kedekatan Muhaimin dengan Ali & Fauzi

Lily Wahid Beberkan Kedekatan Muhaimin dengan Ali & Fauzi

- detikNews
Jumat, 09 Sep 2011 19:35 WIB
Lily Wahid Beberkan Kedekatan Muhaimin dengan Ali & Fauzi
Jakarta - Ali Mudhori dan Fauzi, dua nama yang diduga terlibat dalam kasus suap di Kemenakertrans disebut-sebut sebagai staf Menakertrans Muhaimin Iskandar. Secara struktural, keduanya memang tak tercatat di Kemenakertrans. Namun secara personal, Muhaimin dianggap akrab dengan Ali dan Fauzi.

Hal ini dibeberkan oleh politisi PKB Lily Wahid saat ditanya tentang kabar kedekatan Muhaimin, Ali dan Fauzi. Khusus Fauzi, Lily menyebut Muhaimin pernah bersama dengannya di pesantren.

"Fauzi bersama Muhaimin sudah mulai sejak Muhaimin jd ketua umum GPMI. Jadi tidak mungkin kalu Muhaimin mengatakan tidak kenal. Tiap hari pun mereka sering sarapan bersama," kata Lily di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, JUmat (9/9/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Fauzi itu santri di pondok Peta, Tulung Agung. Muhaimin juga santri di situ. Dia itu sama-sama santrinya Kyai Jalil. Berkenalannya di situ udah belasan tahun. Kalau dia bilang nggak kenal lucu. Mungkin secara struktural bukan stafnya tetapi bekerja untuk Muhaimin," sambungnya.

Khusus Ali Mudhori, Lily menudingnya sebagai calo badan anggaran DPR. Berbagai proyek transmigrasi diduga diketahui oleh Ali yang hari ini mangkir dari pemeriksaan KPK tersebut.

"Jadi dia dengan banggar, dapat keuangan jalan bareng. Dapat Rp 500 M. Diimplementasikan. Nah, pada implementasinya harusnya dia bicarakan kepada komisi IX tapi dia tidak membicarakanya," terang Lily yang sudah diberhentikan oleh Muhaimin dari FPKB ini.

Menakertrans Muhaimin Iskandar menegaskan hanya ada tiga orang staf khusus dan seorang juru bicara dalam jajaran Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Di antaranya mereka, tidak ada nama Ali atau Fauzi yang kini sedang diselidiki KPK.

"Staf khusus saya bernama Wafid, Anton dan Jazil serta Jubir Dita. Sudah itu saja," jawab Muhaimin kepada wartawan yang mencegatnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (8/9/2011).

Di hadapan DPR, Muhaimin menolak jika Ali dan Fauzi disebut sebagai staf khusus di Kemenakertrans. Namun keduanya memang pernah menjadi staf sementara di lingkungan Kemenakertrans pada tahun lalu.

"Pernah satu kali pada tahun 2010, hanya tim ad hoc saja. Gali-gali informasi, pendataan, setelah itu tidak, yang mendapat SK dari saya cuma 3 itu," tegasnya.

Ali, saat dikonfirmasi detikcom juga membantah sebagai staf khusus Muhaimin. Dia mengaku hanya sebagai staf asistensi, dan itu pun sudah tak berlanjut lagi.


(mad/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini