Anis Matta: Busyro Harus Seleksi Lagi, Tapi Bisa Tak Jadi Ketua

Anis Matta: Busyro Harus Seleksi Lagi, Tapi Bisa Tak Jadi Ketua

- detikNews
Jumat, 09 Sep 2011 18:27 WIB
Jakarta - Wakil Ketua DPR Anis Matta berpendapat Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqodas harus diikutsertakan dalam fit dan proper test calon pimpinan KPK bersama 8 capim KPK lainnya. Fit dan proper test itu dilakukan oleh DPR untuk menentukan siapa saja yang lolos untuk memimpin KPK.

“Busyro harus seleksi lagi tapi bisa enggak jadi ketua KPK lagi,” kata Sekjen PKS ini, di gedung DPR, Senayan, Jakarta (9/9/2011).

Anis juga mengatakan Pansel Pimpinan KPK tidak bisa mengikat komisi DPR untuk memberikan pringkat para calon pimpinan KPK. Menurut Anis, peringkat baiknya ditentukan oleh DPR.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Pansel tidak bisa mengikat komisi untuk memberikan peringkat. Peringkat baiknya ditentukan oleh fit and proper test dan yang peringkat tertinggi itu yang menjadi ketua,” ujarnya.

Calon pimpinan KPK yang pantas, lanjut Anis, yang bisa mengembalikan citra KPK yang sempat terpuruk. Selain itu yang mempunyai visi memberantas korupsi secara sistemik dan bukan populis.

“Kita perlu yang bisa mengerti bukan yang gaduh tapi bisa menyelesaikan masalah,” tutup Anis.

Sebelumnya, ada perbedaan pendapat antara DPR dan pemerintah terkait capim KPK. DPR menilai, pemerintah tidak boleh melakukan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, yakni hanya menyodorkan 8 nama untuk capim KPK. Padahal, sesuai UU, pemerintah harus memberikan 10 nama terpilih, bukan 8 nama.

MK menetapkan masa jabatan Ketua KPK yang sekarang adalah 4 tahun, jadi Pansel Capim KPK hanya memilih dan menyerahkan 8 nama pada DPR. Nah perbedaan 8 nama dan 10 nama inilah yang membuat Pemerintah dan DPR berbeda pendapat.

(feb/nwk)


Berita Terkait