Seorang penumpang Kopaja AC bernama Rian bercerita pada detikcom. Menurut cerita Rian, saat dia naik Kopaja AC pada hari Rabu (7/9) dari depan Ratu Plaza menuju Slipi, dirinya harus merogoh kocek Rp 5 ribu.
"Jadi waktu itu kondektur menagih ongkosnya Rp 5 ribu. Ya saya kasih aja, karena di kaca depan juga ada pengumuman yang ditempel dengan keterangan 'Tarif Rp 5 ribu'. Tapi sayang saya nggak foto," ceritanya, Jumat (9/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dari ekpresi penumpang lainnya sih nggak ada yang protes, kayanya mereka memang sudah terbiasa dengan aturan itu," tutur Rian.
Saat kabar tersebut dikonfirmasi kepada pihak Kopaja, Ketua Umum Kopaja Nanang Basuki, membenarkan bahwa Kopaja AC hari ini tidak beroperasi . Namun kata Nanang, Kopaja dengan 20 armada itu tidak beroperasi bukan karena kehilangan penumpang karena tarifnya dinaikkan, melainkan sedang dilakukan perawatan.
"Benar hari ini tidak beroperasi, tapi karena ada pemeriksaan rutin. Lagi pula kan garansinya masih ada, biar nggak habis," tutur Nanang saat dihubungi wartawan di Jakarta, Jumat (9/9/2011).
Pemeriksaan rutin ini lanjut Nanang, bukan karena bus mengalami masalah. Pemeriksaan ini hanya untuk memastikan dan merawat mesin.
"Pemeriksaan teknis, misalnya AC. Tapi tidak ada masalah kok," katanya.
Pengecekan seperti ini, tambahnya, memang akan dilakukan setiap bulan. Jadi, kata Nanang, tidak benar penghentian operasional untuk hari ini karena penumpang mengeluhkan adanya kenaikan tarif secara sepihak.
"Tarif masih Rp 2.000 kok. Kalau pun ada rencana kenaikan tarif itu masih dalam pembahasan. Masih proses," tambahnya.
Proses pengecekan ini dilakukan untuk semua armada. Besok, kata Nanang, semua bus akan kembali beroperasi seperti biasanya.
(lia/nwk)











































