Kasus Penusukan Misterius Terjadi Lagi di Yogyakarta

Kasus Penusukan Misterius Terjadi Lagi di Yogyakarta

- detikNews
Jumat, 09 Sep 2011 12:47 WIB
Kasus Penusukan Misterius Terjadi Lagi di Yogyakarta
Yogyakarta - Kasus penusukan misterius kembali meresahkan warga Yogyakarta. 1 Orang tewas dan 5 orang lain luka-luka akibat aksi orang tak dikenal. Sampai saat ini, Polda DIY belum bisa menangkap pelaku penusukan tersebut.

Dari 6 orang korban itu, salah satu korban meninggal dunia. Korban meninggal dunia adalah Suranto (45) warga Gowok, Catur Tunggal, Kecamatan Depok, Sleman. Sedang lima korban luka lainnya adalah Widodo warga Balapan, Gondokusuman Yogyakarta; Antonius Andang Sudibyo warga Janti, Catur Tunggal Depok, Sleman; Tukiran, Sanggrahan, Sorowajan, Banguntapan, Bantul; Yenni warga Banyumeneng, Desa Banyuraden, Gamping, Sleman dan Ikhsanudin warga Sumberagung, Moyudan Sleman.

"Sejak kasus ini muncul, saat menjelang Lebaran hingga hari ini belum satupun pelaku yang berhasil ditangkap polisi," kata Ketua Jogja Police Watch (JPW), Asril Sutan Marajo kepada wartawan di kantor Jl Jenggotan, Yogyakarta, Jumat (9/9/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Asril, dari enam kasus itu yang menjadi korban pertama sebenarnya adalah Yenni warga Banyumeneng, Gamping. Peristiwa itu terjadi pada hari Senin malam tanggal 29 Agustus 2011. Dia sempat dimintai sejumlah uang oleh pelaku yang menggunakan sepeda motor dengan wajah tertutup helm.

"Meski sudah memberi uang, dia sempat dilukai dengan disabet dengan senjata tajam yang mengenai dekat bibir. Namun dia tidak melaporkan kasus ini ke polisi," katanya.

Kasus selanjutnya terjadi di daerah Gowok dekat Ambarukmo atau wilayak Depok Barat dengan korban luka tusukan atau bacokan. Korban Antonius Andang Sudibyo, Tukiran dan Widodo sempat dirawat di rumah sakit. Korban Suranto meninggal dunia. Sedangkan kepada korban Ikhsanudin warga Sumberagung, pelaku sempat mengancam meminta uang dengan jumlah pelaku empat orang berboncengan sepeda motor.

"Kasus yang terjadi di wilayah Depok Barat pada dinihari menjelang subuh, bukan tengah malam setelah Lebaran hingga tanggal 3 September. Pelaku bersepeda motor dan menutup muka dengan helm," kata Asril.

Asri meminta kepada jajaran Polda DIY, Polres Sleman maupun Polres Bantul untuk segera mengusut tuntas motif dari aksi brutal tersebut dan menangkap pelakunya. Pihaknya tidak ingin kasus penusukan misterius seperti pada bulan Juli 2010 silam kembali terulang. Pihaknya juga tidak mengetahui apakah motif aksi brutal tersebut merupakan kasus kriminal murni atau pelakunya psikopat.

"Ini mengakibatkan masyarakat resah, takut, tidak nyaman bahkan bisa menganggu pariwisata Yogyakarta. Karena itu kami juga meminta Kapolda DIY Brigjen Tjuk Basuki dalam waktu 100 hari agar bisa mengungkapnya. Namun bila tidak lebih baik mundur," kata Asril didampingi pengurus JPW lainnya Kusno S Utomo.

(bgs/fay)


Berita Terkait