Namun sayang, saat bertamu ke rumah yang beralamat di Resinda blok G1 No 6, Aisha tidak mau menemui. Warga hanya ditemui oleh seseorang yang mengaku sebagai adik Aisha.
"Awalnya kita cuma mau klarifikasi bersama Ketua IDI Karawang, soalnya dia kan ngaku-ngaku dokter ya, tapi kita malah nggak boleh masuk ke rumahnya," kata dr Nani, salah satu anggota IDI Karawang yang juga pegawai Dinas Kesehatan Karawang saat berbincang dengan detikcom, Jumat (9/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang polisi masih di dalam kamar sama Aisha itu, belum diketahui bagaimana sebenarnya ini," kata dr Nani. Hingga kini sekitar dua puluhan warga masih menunggu di sekitar rumah Aisha.
Pemberitaan Aisha dimulai dengan cerita penculikan yang dialaminya di Somalia. Setelah ramai, akhirnya Aisha muncul di hadapan tim Aksi Cepat Tanggap (ACT), Rabu (6/9). Dalam pertemuan di rumah makan di Perumnas Teluk Jambe Timur, Karawang itu, Aisha tampak segar bugar.
Aisha masih menceritakan perjalanannya ke Somalia. Namun karena Aisha tidak bisa memberikan bukti-bukti dokumen perjalanannya, ACT pun tak langsung percaya. Aisha lalu membuat pengakuan bahwa dirinya tidak pergi ke Somalia dan tidak pergi ke mana-mana dengan alasan yang tidak bisa dijelaskan. Aisha tidak mau jadi kontroversi.
(ken/vit)










































