Pantauan detikcom, tim DPD itu datang ke Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok pada Jumat (9/9/2011) pukul 09.00 WIB. Ada dua mobil sedan yang tampak masuk ke dalam. Pertama mobil sedan hitam bernopol B 69 DPD, dan satu sedan warna biru.
Terlihat Ketua Panitia Akuntabilitas Farouk Muhammad yang keluar dari sedan warna hitam itu. Farouk pun terlihat langsung memasuki Mako Brimob.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengakuan Nazaruddin, yang mantan anggota Komisi III DPR dari FPD ini, diharapkan bisa membongkar praktik mafia anggaran di DPR. Dalam wawancara via Skype yang tayang di Metro TV, Nazaruddin pernah melontarkan tudingan mengenai permainan anggaran di kementerian dan dinikmati sejumlah pihak.
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pun merasa tertohok dengan ucapan Nazaruddin mengenai adanya fee hingga ratusan miliaran rupiah dalam proyek anggaran di kementerian. Untuk memastikannya BPK akan melakukan investigasi khusus.
"Nah itu kan menurut informasi terakhir, itu menjadi catatan. Saya sendiri juga mengikuti wawancara Iwan Piliang dan Nazaruddin, saya kaget juga ada Rp 100 miliar fee, nah itu jadi catatan kita," kata anggota BPK Taufiqurrahman Ruki usai pertemuan 'BPK se-ASEAN' di Hotel Century, Senayan, Jakarta, Senin (25/7/2011).
Ruki menjelaskan, dari catatan itu BPK akan melakukan investigasi, agar bisa dipastikan benar tidaknya tudingan Nazaruddin itu. "Kalau ada indikasi tindakan fraud tentu kita lakukan penelitian kalau perlu investigasi, itu pasti kita lakukan," imbuh mantan pimpinan KPK ini.
(nwk/asy)











































