"Selesai sidang, ruang sidang kosong. Tapi ada massa yang nggak tahu pendukung siapa tiba-tiba terdengar suara omongan agak nggak enak," ujar Kahumas PN Jaktim HBJ Nasution kepada detikcom di PN Jaktim, Jl Ahmad Yani, Kamis (8/9/2011).
Nasution mengaku tidak mengetahui siapa yang melemparkan celetukan yang memicu keributan itu. Sebab dirinya berada di ruangannya di lantai atas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat adanya kehebohan itu, pihak keamanan PN Jaktim langsung bertindak. Pihak-pihak yang berseteru langsung dipisahkan.
"Yang luka dibawa, yang mukul kita bawa ke arah parkiran. Tapi saya tidak tahu berapa yang diamankan," katanya.
Nasution menambahkan, kerusuhan di PN Jaktim begitu cepat. Dia berjanji akan meningkatkan pengamanan pengadilan.
"Sebenarnya sidangnya di ruang depan. Karena mati lampu sidang dipindah ke ruang belakang. Sidangnya juga setiap Selasa, tapi kemarin ditunda," tutur Nasution.
Sidang pemalsuan surat jual beli tanah daerah Tipar Cakung ini sudah kedelapan kalinya. Terdakwa adalah Haji Khotib melawan Perumahan Belimun. Menurut Nasution sidang sebelumnya tidak ada keributan seperti ini. Rusuh itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB.
(nik/nrl)











































