Untuk memecahkan MURI ini pada Kamis (8/9/2011), pihak penyelenggara menyediakan 36 ton ubi. Peserta berasal dari beberapa tempat di Sumut, namun paling banyak di Kampus USU. Mereka emudian secara serentak mengupas dan memakan ubi jalar di waktu bersamaan. Tiap peserta, menghabiskan sedikitnya tiga ubi jalar dengan berat rata-rata mencapai 4 ons.
Makan ubi jalar bersama ini dimaksudkan menjaga kearifan budaya lokal di Sumatera Utara yaitu tradisi manggadong. Selain itu, manggadong juga dinilai efektif mendukung program dalam menjaga ketahanan pangan, meski Sumut surplus beras.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak hanya menjaga kearifan budaya lokal, membiasakan keluarga makan ubi jalar juga diharapkan dapat menekan angka impor beras kita. Selain itu, petani ubi jalar juga akan terbantu," kata Gatot di Kampus USU, Jl Dr Mansyur, Medan tempat berlangsungnya kegiatan tersebut.
Menurut Gatot, budaya makan ubi jalar sebelum makan nasi dapat menurunkan tingkat konsumsi beras mencapai 1,5 persen per tahun. "Jika budaya ini juga dianut seluruh masyarakat di berbagai daerah, tentu kebutuhan beras juga akan menurun," sebut Gatot.
Sebelumnya, rekor yang sama juga pernah dibuat di Banggar, Sulawesi Selatan dengan melibatkan 10.279 peserta. Dengan adanya kegiatan di USU ini, maka rekor tersebut terlampaui.
(rul/fay)










































