"Dulu pengusaha yang ingin dapat proyek lagsung melobi pejabat di kementerian terkait. Namun sekarang ini pengusaha melobi politisi yang berada di dalam badan anggaran," kata Koordinator Divisi Politik ICW Ade Irawan dalam jumpa pers di kantor ICW, Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (8/9/2011).
Dalam lobi tersebut, pengusaha biasanya meminta agar Badan Anggaran menciptakan proyek tertentu yang bisa dijadikan lahan korupsi. "Mereka juga kadang meminta tambahan anggaran terhadap proyek yang dilaksanakan kementerian tersebut," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ade mengatakan, kewenangan Badan Anggaran yang terlalu luas harus dibatasi. Menurutnya lebih baik kembali pada sistem pada 2004-2009 lalu yang menggunakan panitia anggaran.
"Kewenangan Badan Anggaran terlalu luas lebih baik kembali ke tim panitia anggaran yang bersifat sementara," katanya.
Selain itu pengawasan Badan Anggaran juga perlu lebih ditingkatkan dengan mengoptimalkan peran Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN).
(nal/nrl)










































