"Staf khusus saya bernama Wafid, Anton dan Jazil serta Jubir Dita. Sudah itu saja," jawab Muhaimin kepada wartawan yang mencegatnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (8/9/2011).
Menindaklanjuti kasus suap dengan modus mengaku sebagai staf khusus menteri, Muhaimin akan menertibkan lagi administrasi di lingkungan Kemenakertrans. Agar tidak sembarangan orang bisa memasukinya dan kemudian mengaku-ngaku sebagai pejabat Kemenakertrans.
"Kalau dianggap lalai dalam pengawasan, nah di situlah yang harus kita benahi. Reformasi birokrasi, penataan sistem. Sekarang orang tidak lagi masuk kantor tanpa kartu identitas. Sudah saya instruksikan tidak boleh orang masuk kantor tanpa id card, sehingga tidak lagi ada yang mengatasnamakan atas nama Naker,"paparnya.
Ia juga menegaskan Ali dan Fauzi bukan staf khusus Kemenakertrans. Namun keduanya memang pernah menjadi staf sementara di lingkungan Kemenakertrans pada tahun lalu.
"Pernah satu kali pada tahun 2010, hanya tim ad hoc saja. Gali-gali informasi, pendataan, setelah itu tidak, yang mendapat SK dari saya cuma 3 itu," tegasnya.
(van/lh)











































