Menko Polhukam Enggan Komentari Wikileaks Soal Munir

Menko Polhukam Enggan Komentari Wikileaks Soal Munir

- detikNews
Kamis, 08 Sep 2011 14:19 WIB
 Menko Polhukam Enggan Komentari Wikileaks Soal Munir
Jakarta - Kasus pembunuhan aktivis HAM Munir 7 tahun silam ternyata tak luput dari laporan Wikileaks. Sebuah kawat rahasia mengungkapkan Kapolri saat itu Jenderal Sutanto merasa yakin Badan Intelijen Negara (BIN) terlibat pembunuhan Munir, namun dia terhambat orang-orang lama di dalam BIN.

Menko Polhukam Djoko Suyanto enggan mengomentari laporan Wikileaks tersebut. "Nggak usah dikomentari Wikileaks," kata Djoko usai mengikuti rapat terbatas kabinet di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (8/9/2011).

Djoko malah meminta agar wartawan langsung meminta konfirmasi kepada Wikileaks langsung. "Tanya orang Wikileaks, bener nggak itu," kata Djoko.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wikileaks merilis sebuah kawat berkode 06JAKARTA9575 yang dibuat pada 28 Juli 2006 silam. Kawat itu mengungkapkan sebuah pertemuan makan siang pada 25 Juli 2006 antara Kapolri saat itu Jenderal Sutanto dan Dubes AS untuk Indonesia Lynn B Pascoe.

Pertemuan mengobrolkan banyak hal. Namun ada juga bahasan soal kasus pembunuhan Munir.

"Sutanto mengatakan dia yakin kalau BIN terlibat dalam pembunuhan itu, tapi dia kekurangan bukti konklusif," demikian kawat itu.

Menurut kawat itu, BIN seolah terbelah ke dalam dua kelompok. Kepala BIN saat itu, Syamsir Siregar malah simpatik dan bekerja sama dengan Polri terkait masalah Munir. Hambatan justru datang dari orang-orang lama.

"Sutanto mengatakan Kepala BIN Syamsir Siregar bersimpati dan bekerja sama dengan Polri, walaupun pejabat BIN yang lama tidak demikian," jelas kawat itu.

(anw/lrn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads