Beredar Quick Count Palsu

Hasil Pemilu Sementara

Beredar Quick Count Palsu

- detikNews
Senin, 05 Jul 2004 16:18 WIB
Jakarta - Ketika proses penghitungan suara di TPS-TPS di Jakarta berlangsung, sebuah SMS yang menggegerkan bersliweran, Senin (5/7/2004). SMS itu menginformasikan hasil penghitungan suara yang metode quick count.Metode quick count dalam pemilu legislatif dan pilpres ini diperkenalkan oleh Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) dan The National Democratic Institute for International Affairs (NDI). Selain itu, MetroTV dan SCTV juga akan memamerkan penghitungan dengan sistem ini secara berkala pada 6 Juli besok.Pada pemilu legislatif lalu, quick count dianggap berprestasi karena hasil penghitungannya meleset tipis dari hasil penghitungan suara versi KPU. Rupanya kehandalan quick count ini dimanfaatkan oknum tertentu untuk menyesatkan publik.Oknum itu menyebar pesan dengan mengatasnamakan hasil quick count. Bunyi SMS itu adalah QUICK COUNT UNDP 13.30 WIB. NO 1: 3.239.461. No 2: 2.909.873. No 3: 6.367.521. No 4; 3.108.308. No 5: 1.523.579 www.quickcount.net/elect-indo2004.php.Berdasar SMS itu, Amien Rais berada di urutan pertama dengan suara 6 juta lebih, diikuti SBY, Wiranto, Mega dengan suara 3 jutaan dan terakhir Hamzah dengan suara 1 jutaan.SMS itu seakan meyakinkan sekali. Nama quick count dicatut untuk meyakinkan penerima SMS. Namun setelah diselidiki, pesan itu omong kosong saja. Alamat situs yang tertera tidak bisa diklik.Sedangkan penyelanggara quick count menyangkal menerbitkan laporan seperti di SMS itu. Miranti Maruto, Senior Program Officer Civil Society Organizations NDI, mengaku tidak tahu menahu soal pesan berantai itu. "Kami tidak kenal situs itu, kami menggunakan situs www.jurdil.org," kata Miranti pada detikcom.Hasil penghitungan LP3ES dan NDI juga baru diumumkan pukul 21.00 WIB nanti di Hotel Borobudur, pasca KPU mengumumkan hasil penghitungan suara sementaranya.LP3ES dan NDI melakukan penghitungan cepat dengan melakukan pemantauan dan pencatatan langsung di 2.500 TPS yang dipilih secara acak dan melibatkan 5.000 pemantau. Tujuannya adalah untuk mendapatkan prediksi awal hasil pemilu. (nrl/)


Berita Terkait