Demikian wanti Presiden SBY dalam pengantar pembukaan rapat kabinet terbatas bidang polkam. Rapat berlangsung di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (8/9/2011).
"Saya tidak ingin ada yang meleset di manapun, apalagi ada penyimpangan dan korupsi dalam proses ini. Biayanya besar," tegas SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pastikan pengadaan alutsista yang mahal, ratusan miliar bahkan triliunan kalau menyangkut kapal selam, pesawat tempur dan sejenisnya, tepat sasarannya. Fokus pada pengadaan dan peremajaan alutsista yang sungguh diperlukan untuk kepentingan pertahanan negara kita," sambung SBY.
Peringatan tersebut SBY tekankan kembali, sebab di masa lalu kerap terjadi praktek yang tidak tepat dalam pengadaan alutsista. Dia minta dilakukan koreksi dalam proses pengadaan alutsista agar lebih transparan dan akuntabel.
"Saya telah berikan koreksi untuk perbaikan proses dan mekanisme pengadaan alutsista yang di sana-sini kurang tepat di waktu lalu. Juga masalah transparansi dan akuntabilitas. Setiap rupiah harus dapat dipertanggungjawabkan," tegas SBY.
(anw/lh)











































